Header Ads

Minyak Stabil Di Tengah Kenaikan Produksi Minyak AS

Harga minyak dunia stabil di sesi perdagangan Asia pada hari ini, seiring dukungan dari gejolak yang terjadi di dalam tubuh organisasi OPEC yang menilai bahwa pembatasan produksi dapat dilakukan kembali sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kelebihan pasokan minyak dunia. Namun melonjaknya produksi minyak mentah AS, yang mencapai rekor hingga 11.6 juta barrel per hari di pekan lalu, mampu mempertahankan harga minyak.

Hingga berita ini dibuat, kontrak minyak mentah jenis West Texas Intermediate berada di kisaran $61.75 per barrel, atau naik sekitar 8 sen dari harga penutupan terakhirnya. Sejumlah negara produsen minyak di Timur Tengah yang didmominasi oleh negara anggota OPEC serta Rusia memutuskan pada Juni lalu, untuk memangkas output produksi minyak mereka, menyusul tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan harga minyak sekaligus mengimbangi pasokan minyak dari Iran.

Akan tetapi dengan diberlakukannya sanksi terhadap Iran serta ketersediaan minyak yang cukup, nampaknya pemangkasan produksi dari OPEC di tahun depan tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Ole Hansen selaku kepala strategi komoditas di Saxo Bank menilai bahwa OPEC dan Rusia kemungkinan akan menggunakan kebijakan pemangkasan produksinya guna mendukung kenaikan harga minyak di kisaran $70 per barrel. Lebih lanjut Hansen mengatakan bahwa sanksi terhadap Iran di awal pekan ini sepertinya gagal untuk memberikan dukungan terhadap harga minyak di pasar, mengingat bahwa sebanyak delapan negara termasuk tiga negara importir minyak terbesar dunia, akan tetap membeli minyak mentah dari Iran hingga enam bulan kedepan.

Sementara itu kenaikan produksi minyak mentah AS, dinilai sebagai salah satu upaya untuk membatasi kenaikan harga minyak seiring melambatnya pasokan minyak dunia. Akan tetapi bukan hanya di AS saja yang terjadi peningkatan produksi, namun di banyak negara produsen lainnya seperti Rusia, Arab Saudi, Irak dan Brasil, sepertinya akan memicu kekhawatiran produsen terhadap kembali berlebihannya pasokan minyak yang tentunya akan memberikan tekanan terhadap harga minyak.(WD)

Related posts