Header Ads

Minyak Turun Seiring Kekhawatiran Buntunya Pertemuan OPEC

Meskipun belum ada keputusan final dari pertemuan OPEC mengenai potensi perubahan terhadap kuota produksi di bulan Februari, ditambah dengan kekhawatiran terhadap laju permintaan bahan bakar yang tetap mengemuka di tengah kebijakan lockdown Covid-19, telah menimbulkan tekanan bagi harga minyak sehingga mengalami penurunan tipis.

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent Crude untuk kontrak Maret turun sekitar 12 sen atau 0.2%, sementara minyak mentah mentah berjangka jenis West Texas Intermediate AS untuk kontrak bulan Februari mencatat penurunan 6 sen atau sekitar 0.1% di sesi perdagangan hari ini.

Penurunan lebih dari 1% di sesi perdagangan waktu AS hari Senin kemarin, terjadi setelah organisasi OPEC dan sekutunya, yang lebih dikenal sebagai OPEC+, gagal menyetujui perubahan terhadap produksi minyak untuk bulan Februari.

Hal ini terjadi akibat dari Arab Saudi sebagai negara produsen utama OPEC, menentang pemompaan lebih banyak karena kebijakan lockdown baru, sementara pihak Rusia memimpin seruan untuk produksi yang lebih tinggi, mengutip pulihnya laju permintaan terhadap bahan bakar minyak.

Louise Dickson yang menjabat sebagai analis pasar minyak di Rystad Energy, menilai bahwa drama yang terjadi di dalam OPEC+ telah mengarahkan terjadinya penurunan baru di harga minyak, akan tetapi pengaruh yang lebih berat kemungkinan masih belum diketahui dampaknya dari tekanan terhadap aktifitas ekonomi dan perjalanan, yang mana kedua faktor tersebut menjamin terjadinya koreksi yang terjadi setelah liburan musim dingin.

Sementara Fitch Solutions mengatakan bahwa laju pertumbuhan terhadap permintaan jangka pendek terhenti akibat terjadinya kenaikan kasus Covid-19 di Amerika Utara, Eropa dan Timur Tengah serta kemungkinan akan mengalami penurunan yang lebih dalam selama beberapa bulan kedepan.

Lebih lanjut Fitch mengungkapkan bahwa hal ini menambah pandangan mereka terhadap posisi netral hingga bullish di sebagian besar perdagangan tahun 2021 ini, seiring kondisi yang menciptakan kesulitan untuk bertahan hingga paruh pertama tahun ini.

Namun demikian disaat yang sama terjadi peningkatan ketegangan di wilayah Timur Tengah yang menimbulkan dukungan bagi harga minyak sekaligus membatasi penurunan, setelah adanya berita bahwa Korps Pengawal Revolusi Iran menangkap kapal tanker berbendera Korea Selatan di perairan Teluk, sekaligus menahan awaknya, menyusul perselisihan antara Teheran dan Seoul mengenai dana Iran yang dibekukan di bank-bank Korea Selatan akibat sanksi dari AS.(WD)

Related posts