Header Ads

Minyak WTI Ditekan Ketidakpastian Kesepakatan AS-Cina

Harga minyak berjangka AS mengalami penurunan dalam dua hari berturut-turut di sesi perdagangan hari ini, di tengah kegelisahan pasar terhadap kemajuan terbatas antara AS dan Cina untuk menormalkan kebijakan tarif perdagangan keduanya.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate hingga saat ini masih bergerak stabil, meskipun sempat turun 0.56% akan tetapi saat ini harga minyak menguat 0.04%, setelah sempat melonjak di sesi perdagangan Jumat lalu saat harapan mengenai kesepakatan perdagangan meningkat.

Sebuah sumber dari pemerintah Cina, mengatakan bahwa ada sedikit kesuraman di Beijing mengenai prospek kesepakatan perdagangan, menyusul pejabat Cina yang terganggu oleh komentar dari Presiden Donald Trump yang mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan untuk menghapuskan tarif.

Pertempuran perdagangan yang telah berlangsung selama 16 bulan yang telah membuat dua negara ekonomi terbesar dunia itu memberlakukan tarif satu sama lain, sehingga telah memukul prospek pertumbuhan global sekaligus mengaburkan prospek permintaan minyak di masa depan.

Sementara itu sebuah jajak pendapat pendahuluan dari Reuters, yang menunjukkan stok minyak AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam empat pekan berturut-turut sehingga kemungkinan akan memberikan tekanan terhadap harga minyak. American Petroleum Institute dijadwalkan akan merilis data persediaan minyak AS pada malam hari nanti, sedangkan laporan resmi dari Energy Information Administration akan dirilis pada hari Rabu besok.

Salah seorang analis pasar senior di OANDA New York, Edward Moya mengatakan minyak jenis West Texas Intermediate terus berjuang untuk mencapai harga $60 per barrel, kecuali jika pasar mendapatkan sejumlah tanda konkret lebih lanjut dari laju pertumbuhan global atau dari perpanjangan kebijakan pemangkasan produksi oleh kelompok OPEC+.

Yang saat ini menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan dukungan harga ke depan, adalah perkembangan terbaru dari kondisi ketegangan geopolitik, seiring berita yang dilansir oleh Dubai bahwa anggota bersenjata gerakan Houthi yang bersebelahan dengan Iran dilaporkan telah menangkap sebuah kapal yang menarik sebuah rig milik perusahaan Korea Selatan di sebuah lokasi di ujung selatan Laut Merah pada akhir pekan lalu.(WD)

Related posts