Mnuchin : Kami Mampu Menghasilkan Pertemuan Yang Produktif

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin menilai bahwa pertemuan para perunding perdagangan AS dengan Cina telah memberikan hasil pertemuan yang produktif. Hal ini disampaikan oleh Mnuchin seusai perundingan tingkat tinggi yang berlangsung selama dua hari di Beijing, dalam upaya kedua negara untuk menyelesaikan perang perdagangan yang telah berlangsung berlarut-larut.

Meskipun menyatakan bahwa pertemuan tersebut sangat produktif, namun Mnuchin tidak merinci hasil dari diskusinya bersama Perwakilan Perdagangan AS Robert Lightizer dengan Wakil Perdana Menteri Cina Liu He, yang juga menjabat sebagai Penasihat Ekonomi Utama Presiden Xi Jinping. Walaupun Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perpanjangan tenggat waktu sangat mungkin diberlakukan jika kesepakatan telah menemui titik terang, akan tetapi Larry Kudlow selaku Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS mengatakan bahwa pihak Gedung Putih tidak membuat keputusan tersebut.

Beberapa sumber menyampaikan kepada pihak Reuters bahwa ada sedikit indikasi adanya kemajuan besar terhadap sejumlah poin-poin penting guna membuka jalan bagi pertemuan potensial lanjutan antara Xi Jinping dengan Donald Trump dalam beberapa minggu kedepan guna menuntaskan kesepakatan bersama diantara kedua negara.

Namun demikian disebutkan bahwa masih ada banyak perbedaan antara keduanya terkait masalah struktural dan penegakan hukum. Sementara sumber lainnya mengatakan bahwa pihak Gedung Putih merasa tidak senang terkait laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa pihak administrasi Trump tengah mempertimbangkan perpanjangan selama 60 hari kedepan terhadap batas waktu penetapan tarif bea impor.

Sebelumnya dilaporkan bahwa dalam pertemuan baru-baru ini, Cina telah berjanji untuk membuat program subsidi industrinya sesuai dengan aturan dari World Trade Organization, sembari mengakhiri segala sesuatu yang menimbulkan distorsi di pasar.

Selain itu banyak anggota parlemen dan kelompok bisnis AS telah mendesak Trump untuk tidak menyetujui kesepakatan yang sebagian besar didasari oleh peningkatan pembelian komoditas pertanian dan energi dari Cina.

Sejumlah pakar perdagangan mengatakan bahwa Cina saat ini nampaknya lebih terfokus kepada pengamanan pertemuan antara Xi Jinping dengan Donald Trump, dengan harapan bahwa keduanya mampu mencapai kesepakatan jangka pendek guna membatasi atau bahkan mengurangi kebijakan tarif.(WD)

Related posts