Header Ads

Moral Konsumen Jerman Mencatat Penurunan

Lembaga penelitian asal Jerman, GfK merilis indeks yang memuat sentimen konsumen di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut, yang mengalami penurunan dalam tiga bulan berturut-turut akibat kebijakan lockdown yang lebih ketat guna meredam lonjakan infeksi virus corona, sehingga menjadi pembacaan terendahnya sejak bulan Juli, namun masih lebih baik dari perkiraan penurunan minus 8.8 dari Reuters.

Hasil survei terhadap sekitar 2 ribu warga Jerman menunjukkan bahwa moral konsumen di negara tersebut turun menjadi minus 7.3 poin dari revisi di minus 6.8 pada bulan sebelumnya, seiring lonjakan infeksi Covid-19 yang mengurangi ekspektasi pendapatan sekaligus meningkatkan kecenderungan warga untuk menyimpan uangnya.

Sebelumnya Kanselir Angela Merkel dan para pemimpin negara memberlakukan “lockdown lite” mulai 2 November, di mana restoran, bar dan tempat hiburan ditutup sementara toko-toko tetap buka.

Namun dikarenakan langkah tersebut dinilai gagal untuk menekan angka infeksi, maka pemerintah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat mulai 16 Desember lalu, dengan menutup sebagian besar toko serta salon rambut dan layanan lainnya.

Disebutkan bahwa hasil survei yang sejalan dengan data yang ada ini, menunjukkan pengurangan sementara dalam pajak penjualan, yang telah diberlakukan oleh pemerintah untuk merangsang permintaan domestik, dan kebijakan ini gagal mengubah pandangan dari para penabung yang mengalami kecemasan menjadi pembeli besar.

Salah seorang peneliti dari GfK, Rolf Buerkl mengatakan bahwa saat ini indikator terhadap tabungan menjadi faktor utama yang mendorong laju penurunan bulanan untuk ketiga kalinya secara beruntun dalam iklim konsumen.

Lebih lanjut Buerkl mengatakan bahwa selama terjadi kasus Covid-19 yang masih tinggi, maka tidak akan ada perbaikan yang terlihat, sehingga pemulihan dalam bentuk apapun hanya dapat diharapkan saat jumlah kasus infeksi mengalami penurunan sejauh ini dan kebijakan pembatasan kembali dapat dilonggarkan.

Sementara itu pejabat senior di pemerintahan Jerman mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan tindakan lockdown yang lebih ketat, yang mana sejauh ini kebijakan yang lebih ketat akan diberlakukan setidaknya hingga 10 Januari tahun depan.(WD)

Related posts