Mundurnya Seehofer Telah Memberikan Tekanan Bagi Euro

Horst SeehoferPengajuan pengunduran diri Horst Seehofer sebagai Menteri Dalam Negeri Jerman, menjadi pukulan tersendiri bagi pemerintahan Angela Merkel, sehingga membuat nilai mata uang Euro tergelincir di sesi perdagangan Asia pagi hari ini. Semua ini berawal dari perselisihan mengenai kebijakan migrasi, yang mana Seehofer menyerukan adanya kontrol perbatasan yang lebih ketat, namun nampaknya hal ini justru mendapatkan penolakan dari jajaran pemerintahan Jerman. Akibatnya Seehofer menyatakan bahwa dirinya siap untuk mundur sebagai Menteri Dalam Negeri Jerman, sekaligus juga akan mundur sebagai ketua dari Christian Social Union (CSU) yang merupakan mitra koalisi dalam pemerintahan Merkel. Pada awalnya Euro sempat naik hingga 1.1698 sebagai reaksi spontan terhadap berita tersebut, namun pada akhirnya nilai tukar Euro jatuh dengan cepat seiring pasar yang melihat adanya ketidakpastian terhadap masa depan pemerintahan Jerman dibawah Angela Merkel. Tergelincirnya Euro tidak terlepas dari kinerja Dollar yang didukung oleh data ekonomi AS yang relatif masih kuat serta adanya prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut dari The Fed. Data PCE Price Index, dilaporkan naik 2.0% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mencatat kenaikan terbesar sejak April 2012. Indeks Personal Consumption Expenditure (PCE), selama ini menjadi ukuran inflasi yang lebih disukai mengingat data ini mencantumkan besaran konsumsi pribadi warga AS, yang mampu memberikan cerminan pertumbuhan inflasi. Selain itu prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut dari The Fed, memberikan gambaran bahwa The Fed diharapkan akan menaikkan suku bunganya setidaknya ssatu kali dan mungkin dua kali hingga akhir tahun ini. Namun demikian para investor nampaknya masih sedikit waspada terhadap kemungkinan gangguan di pasar akibat dari terciptanya sengketa perdagangan yang dipicu oleh kebijakan proteksionisme dari Donald Trump.

Related posts