NAB Business Confidence Menunjukkan Lemahnya Bisnis Australia

NAB Business Confidence yang menjadi acuan bagi kondisi bisnis Australia yang diawasi secara ketat, memberikan indikasi melemahnya aktifitas bisnis hingga akhir 2019 lalu, saat tingkat kepercayaan mengalami kemerosotan ke level terendahnya sejak pertengahan 2013.

Indeks kepercayaan bisnis dilaporkan turun 2 poin menjadi -2, seiring laju penjualan dan profitabilitas keduanya yang semakin buruk, bahkan ini terjadi sebelum efek dari kebakaran hutan yang melanda dirasakan dampaknya bagi ekonomi di negeri kangguru tersebut.

Demikian juga untuk indeks kondisi bisnis juga turun satu poin ke +3 selama Desember lalu. Namun indeks ketenagakerjaan dirilis di +4 pada periode yang sama, mencerminkan data pekerjaan telah melampaui harapan dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Ekonom NAB Group, Alan Oster mengatakan bahwa kondisi saat ini menyiratkan pertumbuhan sektor swasta yang stagnan, sehingga pihaknya telah memperkirakan bahwa hasil survey yang didapat akan menunjukkan hasil yang lemah, dan ini terpapar di data pagi ini.

Oster menambahkan bahwa untuk saat ini survei elum menunjukkan bukti kuat mengenai dampak bencana kebakaran hutan, akan tetapi fakta akan dampak yang signifikan akan terjadi di bulan Januari ini. Kebakaran hutan yang terus meningkat sepanjang bulan ini, telah merusak sektor pariwisata serta mendukung sentimen konsumen di puncak musim liburan.

Terkait hal ini Oster berkomentar bahwa kondisi bencana kebakaran hutan telah mencapai titik terendahnya, namun indikator ekonomi Australia untuk ke depannya menunjukkan kecenderungan melemah, sehingga pihaknya berharap adanya stimulus kebijakan yang lebih banyak guna mendorong laju pertumbuhan di tahun ini.

Selama tahun lalu Reserve Bank of Australia (RBA) telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali hingga ke rekor terendahnya di 0.75%, sehingga mampu mendukung harga rumah tetapi hanya mampu memacu pengeluaran dengan hasil yang terbatas.

Pasar keuangan saat ini memperkirakan setidaknya satu kali pemangkasan hingga seperempat poin di pertengahan tahun ini, meskipun sebagian besar masih ragu bahwa bank sentral akan mulai bergerak pada pertemuan di Februari mendatang, yang merupakan pertemuan kebijakan pertamanya di tahun 2020 ini.

Survei NAB menunjukkan kondisi beragam di sektor industri, dengan keuntungan besar untuk grosir dan pertambangan, guna mengimbangi penurunan di sektor keuangan dan layanan bisnis & properti. Sektor ritel dan konstruksi juga menurun dan hanya menyisakan industri jasa yang masih cenderung datar.

Selama kuartal Desember lalu harga ritel dilaporkan tumbuh 0.5%, sehingga terlihat tanda adanya tekanan inflasi Australia.(WD)

Related posts