NABE : Tingkat Pengangguran AS Yang Tinggi Akan Bertahan Selama Setahun

Para panelis ekonom terkemuka melihat bahwa tingkat pengangguran AS yang tinggi akan bertahan selama lebih dari setahun yang akan mematikan harapan terhadap kembalinya ekonomi dalam waktu yang lebih cepat.

Menurut perkiraan dari 45 analis yang disurvei oleh National Association for Business Economics (NABE), menyebutkan bahwa jumlah pekerjaan yang mengalami dampak dari lockdown yang didorong oleh krisis ekonomi saat ini di AS kemungkinan mencapai 4.5 juta orang.

Selain itu para ekonom juga memperkirakan bahwa kurang dari 2 juta lapangan kerja akan pulih di akhir 2021, sehingga akan mendorong tingkat pengangguran di atas 6% selama 21 bulan kedepan, yang menjadi hantaman terbesar bagi pasar tenaga kerja yang telah dianggap sebagai yang terbaik di periode dekade ini.

Constance Hunter selaku Presiden NABE yang juga menjabat sebagai kepala ekonom di KPMG, mengatakan bahwa panelis survei percaya bahwa ekonomi AS sudah masuk dalam resesi dan akan tetap dalam kondisi terkontraksi untuk paruh pertama tahun 2020 ini, seiring pandemi Covid-19 yang sangat membatasi aktifitas ekonominya.

Hunter juga menyampaikan bahwa kondisi akan membaik di akhir tahun ini dengan dukungan dari stimulus fiskal dan moneter yang agresif, dan memperkirakan pertumbuhan tahunan akan mendekati kisaran 6% di akhir tahun ini.

Para ekonom juga memperkirakan laju GDP akan turun di tingkat tahunan hingga sebesar 26.5% untuk periode April hingga Juni, dengan mengacu pada kontraksi di kuartal kedua tahun ini.

Hasil survei dari NABE semakin menunjukkan bahwa ketidakpastian yang dimiliki oleh para ekonom mengenai apa yang terjadi saat ini dikala bagian utama dari suatu sistem ekonomi mengalami penutupan untuk membendung penyebaran virus corona.

Namun demikian hasil rata-rata dari hilangnya lapangan kerja secara terus menerus merupakan hal yang serius yang dihadapi oleh program-program baru yang disetujui oleh The Fed, Kongres dan pemerintahan Trump dalam beberapa pekan terakhir senilai triliunan Dollar, yang bertujuan untuk menjaga ekonomi AS secara keseluruhan agar dapat melalui fase pandemi serta siap untuk memulai kembali aktifitas ekonominya.(WD)

Related posts