Nationwide : Harga Rumah Di Inggris Turun Untuk Pertama Kali Sejak 2012

Harga perumahan di Inggris turun pada bulan Juni di tingkat tahunan untuk pertama kalinya sejak 2012, di saat negara tersebut tengah mengalami guncangan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Lembaga pemberi pinjaman Nationwide mengatakan bahwa harga rumah acuan mengalami penurunan 0.1% pada bulan Juni lalu, dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dan di tingkat bulanan juga mengalami penurunan 1.4%, namun tidak setajam penurunan 1.7% di bulan Mei sebelumnya yang merupakan penurunan terbesarnya dalam lebih dari 11 tahun terakhir, sedangkan para ekonom memperkirakan kenaikan tahunan sebesar 1.0% dan di tingkat bulanan turun 0.7%.

Pemerintah Inggris melonggarkan pembatasan di pasar perumahan pada pertengahan Mei, namun data yang diterbitkan oleh Bank of England di awal pekan ini menunjukkan jumlah persetujuan hipotek terendah yang tercatat selama bulan Juni.

Robert Gardner yang menjabat sebagai kepala ekonom di Nationwide, mengatakan bahwa pelonggaran lebih lanjut dari tindakan lockdown yang lebih luas dalam beberapa pekan mendatang, kemungkinan akan menyebabkan adanya sedikit peningkatan dalam aktifitas di pasar perumahan, namun prospek jangka menengah tetap berada dalam ketidakpastian.

Lebih lanjut Gardner mengatakan bahwa kebijakan yang diadopsi untuk memberikan dukungan bagi ekonomi, termasuk untuk melindungi bisnis dan pekerjaan, pendapatan masyarakat serta menjaga biaya pinjaman tetap di kisaran rendah, dan juga harus menetapkan ruang untuk adanya rebound jika guncangan terhadap ekonomi telah berlalu serta sekaligus juga membantu membatasi kerusakan jangka panjang terhadap perekonomian Inggris.

Nationwide mengatakan berdasarkan penyesuaian musiman, harga rumah di bulan Juni sekitar 3.2% lebih rendah dari pada bulan April dan disebutkan bahwa ukuran sampelnya tetap cukup besar untuk menghasilkan pembacaan perubahan harga yang lebih akurat.

Harga rumah di London sebagai ibukota Inggris, dilaporkan naik hingga 2.1% di tingkat tahunan selama kuartal kedua dan harga rata-rata rumah di kota tersebut hanya sekitar 3% di bawah harga tertingginya sepanjang masa yang tercatat pada awal 2017 lalu.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters terhadap analis properti pada pekan lalu, menunjukkan bahwa harga rumah di kawasan London diperkirakan akan mengalami penurunan hingga 5.0% di tahun ini, sebelum akhirnya akan naik sekitar 2.0% di tahun depan dan mencatat kenaikan hingga 4.3% di tahun 2022 mendatang.(WD)

Related posts