Header Ads

NIESR : BoE Akan Mempertahankan Suku Bunga Acuannya

Lembaga think tank terkemuka asal Inggris, National Institute of Economic and Social Research (NIESR), mengatakan bahwa Bank of England kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan mereka hingga Agustus 2020 mendatang, seiring ekonomi global yang melaju lebih lambat serta ketidakpastian Brexit yang masih berlanjut.

Salah seorang ekonom di NIESR, Garry Young mengatakan bahwa ekonomi global yang lebih lemah serta dampaknya terhadap harga minyak dan impor lainnya, telah berdampak kepada kebijakan moneter di seluruh dunia. Sementara di Inggris masih dihiasi oleh ketidakpastian mengenai Brexit yang membuat Bank of England masih belum bisa menentukan laju pengetatan moneternya.

Lebih lanjut Young menilai bahwa saat ini mereka berharap Bank of England akan menerapkan kenaikan suku bunga yang pertama di bulan Agustus 2020 mendatang, seiring kelemahan harga impor yang berpotensi membantu mengimbangi tekanan inflasi dari kenaikan upah di dalam negerinya. Saat ini Inggris masih dilanda oleh ketidakpastian mengenai kelanjutan hubungan dengan Uni Eropa di masa depan, setelah batawa Waktu Brexit ditunda dari 12 April hingga akhir Oktober mendatang.

Dalam sebuah jajak pendapat oleh Reuters pada pekan lalu, menunjukkan bahwa sebagian besar ekonom mengharapkan bank sentral Inggris untuk menaikkan biaya pinjaman di awal tahun depan. Sebelumnya Bank of Englan telah menaikkan suku bunga menjadi 0.75% dari level terendahnya sepanjang masa di 0.25%, namun Mark Carney selaku Gubernur BoE menilai bahwa prospek ekonomi saat ini masih diliputi oleh ketidakpastian Brexit.

Lembaga NIESR sendiri telah memangkas ekspektasi mereka terhadap laju pertumbuhan ekonomi Inggris di tahun ini menjadi 1.4% dari perkiraan pada bulan Februari lalu di angka 1.5%, dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat hingga 1.6% di tahun 2020 mendatang. Perkiraan ini mengacu kepada asumsi bahwa soft Brexit dapat menghindari permasalahan di perbatasan Irlandia serta mampu untuk mempertahankan tingkat akses yang tinggi di pasar Uni Eropa.

Jika Inggris mengalami hambatan di serikat pabean Uni Eropa atau jika Brexit terjadi tanpa adanya kesepakatan apapun dengan Uni Eropa di masa depan, maka hal ini akan berdampak negatif terhadap laju pertumbuhan ekonomi Inggris yang akan mengalami perlambatan.(WD)

Related posts