Non-Farm Payroll Dirilis Dengan Penambahan Sebanyak 134 Ribu Pekerjaan

Laju pertumbuhan tenaga kerja AS di bulan September mengalami perlambatan cukup tajam, yang kemungkinan diakibatkan oleh adanya bencana Badai Florence sehingga menekan laju perekrtutan di sektor jasa restoran dan ritel. Namun demikian tingkat pengangguran justru mencatat penurunan lebih lanjut hingga mendekati level terendahnya dalam 49 tahun terakhir.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data Non-Farm Employment Change untuk bulan September yang hanya mampu menambah sebanyak 134 ribu pekerjaan di bulan lalu, yang sekaligus mencatat hasil terendahnya dalam setahun terakhir. Sementara data perekrutan tenaga kerja sektor swasta untuk bulan Agustus dan Juli direvisi naik sekitar 87 ribu lebih banyak dari data yang dilaporkan sebelumnya. Akan tetapi meskipun mengalami perlambatan, pertumbuhan tenaga kerja masih mampu memberikan dukungan bagi perekonomian di negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Hal ini dikarenakan perekonomian AS membutuhkan setidaknya penciptaan lapangan kerja sebanyak 120 ribu setiap bulannya guna meyeimbangkan dengan populasi usiamasa kerja dari warga AS. Michael Pearce, ekonom senior AS di Capital Economics di New York, menilai bahwa kenaikan yang lemah di pekerjaan sektor swasta pada bulan lalu, mungkin memberikan cerminan adanya tekanan akibat Badai Florence yang melanda sebagian wilayah AS, sehingga hanya sedikit hambatan bagi The Fed untuk tetap melanjutkan siklus kebijakan suku bunganya hingga akhir tahun ini.

Sementara itu Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan tingkat pengangguran yang mengalami penurunan hingga di angka 3.7%, yang merujuk kepada kondisi pasar tenaga kerja yang ketat. Sebelumnya para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa Non-Farm Payroll mampu tumbuh sebanyak 185 ribu pekerjaan, sedangkan untuk tingkat pengangguran masih berada di kisaran 3.8% di bulan September. Untuk tingkat penghasilan rata-rata per jam, dilaporkan meningkat 0.3%, sehingga hal ini dirasakan masih mampu memberikan pondasi yang kuat bagi laju belanja konsumen AS sebagai penyumbang aktivitas ekonomi AS hingga 70%.(WD)

Related posts