Header Ads

OPEC+ Bertemu Untuk Melakukan Peninjauan Kebijakan Output

Pada hari ini kelompok yang terdiri dari negara-negara produsen minyak anggota OPEC bersama dengan negara sekutunya di luar OPEC, sepereti Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+ tengah melakukan pertemuan untuk melakukan peninjauan kepatuhan terhadap kebijakan pemangkasan produksi minyak yang dimaksudkan untuk memberikan dukungan harga minyak di tengah pandemi virus corona.

Kelompok OPEC+ tidak mungkin untuk mengubah kebijakan output mereka, yang saat ini menyerukan kebijakan pengurangan produksi sebesar 7.7 juta barrel per hari versus rekor produksi tertingginya di 9.7 juta barrel per hari di bulan ini.

Menurut sebuah sumber dari OPEC+ mengatakan bahwa pertemuan tersebut sebagian besar akan terfokus pada kesesuaian dan kompensasi, dibandingkan membahas perubahan besar terhadap kesepakatan terkait kebijakan pemangkasan pasokan dari OPEC+.

Sementara sumber lain mengatakan bahwa pertemuan yang dilangsungkan secara virtual ini akan melihat secara khusus terhadap kepatuhan negara-negara seperti Irak, Nigeria dan Kazakhstan, yang mana negara-negara tersebut mendapat bagian pengurangan yang lebih kecil daripada anggota utama seperti Arab Saudi.

Dari sumber OPEC+ serta dari draf laporan yang dilihat oleh Reuters di awal pekan ini, menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan secara keseluruhan dengan kebijakan pemangkasan berada di angka 95% menjadi 97% di bulan Juli lalu, yang mana angka tersebut masih tinggi menurut standar OPEC.

Pada bulan Juli, eksportir utama Arab Saudi masih memompa produksi minyak mereka di bawah targetnya, sementara Irak dan Nigeria serta sebagian besar negara-negara anggota OPEC lainnya di kawasan Teluk, telah memompa produksi minyak mereka kurang dari jumlah produksi di bulan-bulan sebelumnya.

Kantor berita negara Arab Saudi, SPA melaporkan bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz berbicara dengan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari pada hari Rabu dan menekankan pentingnya kepatuhan oleh semua peserta.(WD)

Related posts