OPEC Tunggu Dukungan Rusia Pangkas Output Besar-Besaran

Para menteri OPEC diperkirakan akan menyetujui tentang garis besar kesepakatan untuk pengurangan secara signifikan dalam produksi minyak mentah untuk menopang harga yang terpukul oleh wabah koronavirus. Tetapi mereka masih menunggu Rusia untuk mengindikasikan apakah akan mendukung langkah tersebut.

Arab Saudi menginginkan OPEC dan sekutu-sekutunya, termasuk Rusia, untuk memotong 1 juta hingga 1,5 juta barel per hari (bph) untuk kuartal kedua dan menjaga pemotongan yang ada 2,1 juta bph, yang berakhir bulan ini, diberlakukan hingga akhir tahun 2020 .

Namun Riyadh, produsen terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, dan anggota lain kelompok itu belum mendapatkan dukungan Rusia untuk kesepakatan semacam itu. Sejauh ini, Moskow telah mengindikasikan akan mendukung perpanjangan tetapi bukan pemotongan yang lebih dalam.

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, yang bertemu dengan mitra Rusia-nya Alexander Novak di Wina pada hari Rabu, telah membuat pasar menebak-nebak tentang kemajuan dalam negosiasi.

Ditanya tentang prospek pakta, menteri Saudi mengatakan kepada wartawan: “Kita harus melihat hari ini dan besok.”

Moskow, yang telah bekerja sama dalam kebijakan output sejak 2016 dalam kelompok informal yang dikenal sebagai OPEC +, di masa lalu menunjukkan keengganan selama negosiasi tetapi akhirnya bergabung pada menit terakhir.

Sumber-sumber OPEC mengisyaratkan bahwa pembicaraan awal dengan Rusia minggu ini di Wina lebih rumit dari sebelumnya.

Related posts