Output Industri Cina Tumbuh Sesuai Harapan

Laju pemulihan ekonomi yang semakin cepat serta meningkatnya permintaan global, telah menimbulkan dukungan bagi pertumbuhan output industri Cina di bulan November hingga sesuai dengan ekspektasi sebelumnya.

Biro Statistik Nasional merilis data output industri Cina tumbuh dalam laju yang cepat menjadi 7.0% pada bulan November dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana angka ini sesuai dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters dan lebih cepat dari pertumbuhan 6.9% pada bulan Oktober sebelumnya.

Hal ini tidak terlepas dari pemulihan ekonomi Cina dari kelumpuhan akibat pandemi Covid-19, yang dinilai mengesankan seiring dukungan dari laju ekspor yang kuat.

Selain itu promosi penjualan tahunan di bulan November yang dilakukan oleh perusahaan raksasa e-commerce Cina, turut meningkatkan laju pengeluaran konsumen dalam memberikan dukungan laju pesanan untuk pabrik dalam skala kecil.

Disebutkan pula untuk penjualan ritel mengalami kenaikan 5% di tingkat tahunan, hanya sedikit meleset dari perkiraan pertumbuhan 5.2% dari para analis, namun tumbuh lebih cepat dari peningkatan sebesar 4.3% di bulan Oktober.

Penjualan mobil mengalami pertumbuhan 11.8% dan untuk penjualan produk peralatan rumah tangga tumbuh 5.1% di bulan November, serta untuk penjualan peralatan komunikasi mengalami lonjakan hingga sebesar 43.6%.

NSB juga merilis data investasi tetap yang naik sebesar 2.6% di periode Januari-November dari periode yang sama di tahun lalu, yang sejalan dengan perkiraan dan mencatat laju yang lebih cepat dari kenaikan 1.8% dalam 10 bulan pertama di tahun ini.

Dengan demikian laju pemulihan ekonomi Cina nampaknya akan dipercepat di periode kuartal keempat, menyusul dorongan permintaan yang lebih kuat, pertumbuhan kredit serta langkah-langkah stimulus yang diperkirakan akan menjadi pendukung utama hingga tahun 2021 mendatang.

Sebuah survei resmi dari pemerintah menunjukkan bahwa pertumbuhan aktifitas pabrik telah mencapai level tertingginya dalam lebih dari tiga tahun terakhir di bulan November, yang disebabkan jumlah kasus infeksi virus corona yang lebih sedikit sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Sementara itu ekspor juga mengalami lonjakan di laju tercepatnya dalam hampir tiga tahun terakhir, yang mendapat dukungan dari permintaan yang tinggi untuk produk alat pelindung diri serta produk elektronik untuk bekerja dari rumah.

Akan tetapi sejumlah negara mitra dagang Cina yang menerapkan langkah-langkah yang lebih keras untuk menahan penyebaran virus corona, telah menimbulkan hambatan dalam pengiriman, meningkatkan biaya transportasi sehingga membatasi kecepatan laju pemulihan ekonomi Cina.(WD)

Related posts