Header Ads

Output Industri Eurozone Mengalami Penurunan Di Bulan November

Output industri di zona Euro untuk bulan November, dilaporkan turun lebih dari perkiraan, sehingga mengkonfirmasi lemahnya serangkaian data ekonomi di kawasan tersebut yang meningkatkan kekhawatiran mengenai pertumbuhan Eurozone selama periode kuartal terakhir.

Kantor statistik Uni Eropa Eurostat memperkirakan produksi industri di zona 19 negara pengguna mata uang Euro, anjlok hingga 1.7% di bulan November pasca mencatat kenaikan 0.1% di bulan Oktober sebelumnya yang telah direvisi turun dan penurunan 0.6% pada bulan September. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan namun angkanya lebih rendah dari perkiraan resmi.

Namun demikian meskipun mencatat hasil yang lebih buruk dari yang diharapkan, data yang yang dirilis lebih lemah tersebut nampaknya tidak memberikan kejutan apapu seiring para investor telah mengamati pembacaan negatif terhadap ekonomi di kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Sebagai negara ekonomi terbesar di Eropa, Jerman merilis output industrinya yang mencatat penurunan 1.9% di bulan November, meleset dari perkiraan kenaikan 0.3% sebelumnya.

Selain di Jerman, penurunan laju produksi industri juga terjadi di Perancis dan Italia sebagai negara ekonomi terbesar kedua dan ketiga di kawasan tersebut. banyak ekonom yang memperkirakan pertumbuhan yang mengalami perlambatan dalam tiga bulan terakhir di 2018 lalu, pasca dirilisnya pertumbuhan ekonomi Eurozone di angka 0.2% selama kuartal ketiga dari kenaikan 0.4% selama kuartal kedua.

Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan produksi barang modal sebesar 2.3% seperti mesin yang memberikan gambaran berkurangnya selera terhadap sektor investasi. Sementara output barang-barang konsumsi tahan lama, seperti lemari es, mencatat penurunan 1.7%, sedangkan untuk produksi barang-barang konsumen tidak tahan lama seperti pakaian, juga mencatat penurunan 1.0% yang menjadi penurunan untuk ketiga kalinya secara beruntun. Laju produksi energi juga mengalami penurunan 0.6% dalam periode yang sama.(WD)

Related posts