Output Industri Jerman Naik Secara Tidak Terduga

Output industri Jerman secara tidak terduga mengalami peningkatan di bulan Maret lalu, yang dibantu oleh lebih banyaknya aktifitas konstruksi serta produksi barang-barang konsumsi. Namun Kementerian Ekonomi justru mengeluarkan peringatan mengenai masih lemahnya prospek industri di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut, karena saat ini mereka tengah menderita akibat adanya gesekan perdagangan serta ketidakpastian mengenai Brexit.

Kantor Statistik dan Kementerian melaporkan untuk output industri meningkat 0.5% di bulan Maret, mematahkan perkiraan untuk penurunan 0.5% dari para ekonom. Lebih lanjut menteri Ekonomi Jerman, Peter Altmaier mengatakan bahwa iklim bisnis di sektor manufaktur menjadi lebih redup, sehingga kondisi industri yang lemah masih akan terlihat dalam beberapa bulan kedepan.

Sebelumnya data pesanan industri Jerman, mencatat kenaikan kurang dari yang diharapkan di bulan Maret setelah sebelumnya mengalami penurunan yang tajam dalam dua bulan terakhir. Kebijakan ekonomi dan perdagangan Presiden AS Donald Trump dan ketidakpastian yang diciptakan oleh Inggris terkait Brexit, telah menimbulkan tekanan terhadap ekonomi Jerman yang berorientasi ekspor.

Pemerintah Jerman sebelumnya telah memangkas perkiraan pertumbuhan di tahun ini menjadi 0.5%, menyusul ekspansi sebesar 2.2% di tahun 2017 dan pertumbuhan 1.4% di tahun 2018 lalu. Perlambatan ini tentunya akan mempengaruhi Eurozone, dimana Komisi Eropa memperkirakan bahwa ekonomi akan tumbuh 1.2% di tahun ini, kurang dari perkiraan 1.3% yang disuarakan pada Februari lalu. Akan tetapi pihaknya tetap mengharapkan adanya pemulihan ekonomi hingga 1.5% di tahun depan.

Selain itu lambatnya pertumbuhan telah membatasi pemasukan dari pajak serta membatasi surplus anggaran Jerman. Menteri Keuangan Jerman, Olaf Scholz diperkirakan akan memangkas estimasi penerimaan pajak di tahun ini pada hari Kamis besok, yang mana hal ini akan berkontribusi terhadap kekurangan kumulatif sebesar 100 milliar Euro dalam anggaran Jerman di tahun 2023 mendatang. Data menunjukkan produksi barang-barang konsumsi naik 1.1% dan output barang setengah jadi tumbuh 0.4% di bulan Maret.

Sejumlah ekonom mengatakan bahwa data tersebut tidak sebaik yang terlihat, dan peningkatan konstruksi di bulan Februari telah menimbulkan dorongan bagi produksi industri di kuartal pertama. Sektor konstruksi naik 1.0%, menyusul kenaikan 4.0% pada bulan Februari, dibantu cuaca yang baik. Andrew Kenningham, kepala ekonom Eropa di Capital Economics, menilai bahwa survei bisnis yang lemah di bulan April menunjukkan bahwa sektor manufaktur Jerman belum bisa keluar dari tekanan, seraya menambahkan bahwa output manufaktur kemungkinan akan turun di awal kuartal kedua ini.(WD)

Related posts