Output Industri Jerman Rebound Di Bulan Mei

Data yang memuat produksi industri Jerman dilaporkan mengalami rebound di bulan Mei, naik sebesar 7.8% pada bulan tersebut setelah sebelumnya direvisi turun sebesar 17.5% di bulan April, sehingga memberikan tanda terbaru bahwa ekonomi terbesar Eropa tersebut telah pulih pasca dibukanya kebijakan lockdown.

Namun data yang dirilis oleh Statistics Office tersebut masih lebih rendah dari perkiraan kenaikan 10% dari para ekonom, yang mana kenaikan tersebut dipimpin oleh lonjakan dalam produksi barang modal hingga sebesar 27.6%, meskipun pabrik hanya memproduksi barang setengah jadi lebih sedikit.

Dalam beberapa hari terakhir sejumlah indikator menunjukkan tanda-tanda yang jelas bahwa negara pemimpin ekspor Eropa tersebut telah mampu menepiskan dampak terburuk dari kebijakan lockdown untuk meredam pandemi, menyusul kenaikan pesanan barang-barang industri sebesar 10.4% pada bulan Mei, sehingga mampu rebound dari penurunan terbesarnya pada bulan lalu.

Meskipun mengalami pemulihan namun produksi masih jauh di bawah level yang dicatat sebelum timbulnya krisis pandemi corona.

Sedangkan output bulan Mei dilaporkan turun 19% dalam hal pengaturan kalender dan musiman pada bulan Februari lalu, sebelum diberlakukannya kebijakan lockdown.

Meskipun demikian perusahaan di sektor ini masih merasa optimis, yang mana sebuah survei dari lembaga Ifo menunjukkan bahwa mereka mengharapkan produksi mereka mengalami peningkatan dalam tiga bulan kedepan.

Jerman telah mampu bertahan dengan lebih baik dibandingkan sebagian besar negara anggota Uni Eropa lainnya, yang ditandai oleh laju ekonominya yang mampu melewati pandemi dengan lebih baik, sehingga membiarkan sejumlah pabrik dan lokasi konstruksi tetap beraktifitas.

Pemerintahan Angela Merkel telah membantu ekonomi Jerman dalam mengatasi krisis dengan paket penyelamatan dan kebijakan stimulus besar-besaran, termasuk meluncurkan program lapangan kerja jangka pendek, yang merupakan program bantuan pemerintah yang dirancang untuk mendorong perusahaan agar karyawan tetap berada dalam daftar penggajian selama pandemi Covid-19.

Akan tetapi pemerintah tetap memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Jerman akan mengalami penyusutan sebesar 6.3% di tahun ini, sehingga mencatat resesi terburuk sejak Perang Dunia II.(WD)

Related posts