Output Industri Korea Selatan Turun Di Bulan Desember

Output industri Korea Selatan melanjutkan pelemahannya di bulan Desember, sebagai cerminan penurunan tren di segmen produk chip sebagai indikator utama aktifitas industri saat ini dan masa mendatang yang mencatat penurunan terpanjang sejak terjadinya krisis nasional di penghujung akhir 1990.

Biro Statistik Korea Selatan merilis data industri di tingkat bulanan dan periode setahun terakhir, yang memberikan data output sektor pertambangan dan manufaktur yang disesuaikan secara musiman, yang turun 1.4% pada Desember lalu dibanding bulan sebelumnya, seiring kemunduran yang diderita oleh sejumlah sektor di industri besar, seperti otomotif yang turun 5.9% serta semikonduktor yang tercatat mengalami penurunan 4.5%.

Sementara di tingkat tahunan, laju output produksi industri justru mencatat kenaikan 1.6% di sepanjang tahun lalu. Penurunan pengiriman produk semikonduktor telah mengakibatkan melambatnya aktivitas sektor manufaktur di Korea Selatan. Rata-rata operasional sektor pabrikan tercatat hanya 72.7% atau turun 0.4% di periode sebulan. Sementara level inventaris mencatat kenaikan 2.2% dibanding bulan sebelumnya.

Untuk investasi modal juga mencatat penurunan 0.4% di tingkat bulanan dan turun 14.5% dari tahun sebelumnya seiring penurunan tajam di investasi mesin dan peralatan. Penjualan ritel yang menjadi barometer untuk konsumsi swasta mencatat pertumbuhan0.8% di tingkat bulanan dan di tingkat tahunan mencatat kenaikan 4.2%.

Selama tahun 2018 lalu, hasil sektor pertambangan dan manufaktur tumbuh 0.3% dibanding tahun sebelumnya seiring kenaikan di output produk semikonduktor serta pengiriman produk bahan kimia. Laju operasional pabrik hanya sebesar 72.9%, lebih rendah dari 73.2% di tahun sebelumnya. Sementara output sektor jasa mencatat penurunan 0.3% di tingkat bulanan, sedangkan di tingkat tahunan justru tumbuh 2.0%, seiring kenaikan di sektor kesejahteraan sosial dan kesehatan.(WD)

Related posts