Output Pabrik Jepang Di Bulan Desember Diperkirakan Akan Melemah

Output sektor pabrik di Jepang diperkirakan akan mengalami penurunan di bulan kedua secara beruntun pada Desember lalu, menyusul tanda-tanda melambatnya permintaan global serta adanya gesekan perdagangan yang akan memberikan pengaruh negatif bagi ekonomi global sepanjang tahun ini.

Laju produksi industri diperkirakan turun 0.4% di bulan Desember dari bulan sebelumnya pasca penurunan 1.0% di bulan November. Yoshiki Shinke, kepala ekonom di Dai-ichi Life Research Institute, menilai bahwa tren output sektor pabrik tidak menunjukkan kekuatannya, seiring terhentinya laju ekspor akibat faktor eksternal dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Hingga saat ini telah ada indikasi bahwa tekanan terhadap sektor bisnis Jepang akan semakin meningkat akibat dampak dari perselisihan perdagangan antara AS dengan Cina. Dalam jajak pendapat terhadap 16 ekonom yang dilakukan oleh Reuters, memberikan cerminan bahwa negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut akan mengalami kontraksi di kuartal ketiga, meskipun pemulihan telah diupayakan secara luas.

Asuka Sakamoto, ekonom di Mizuho Research Institute, mengatakan bahwa ekspor peralatan manufaktur semikonduktor dan otomotif melemah terutama ke China di tengah ekonomi global yang melambat. Turunnya harga bahan bakarbensin dan makanan akan memberikan beban terhadap sektor ritel, sementara penjualan pakaian musim dingin sedikit melemah akibat faktor cuaca yang lebih hangat.

Perlambatan dalam penjualan ritel berpotensi menambah kekahwatiran terhadap laju konsumsi yang telah terkena dampak dari kenaikan pajak penjualan yang diberlakukan pada bulan Oktober lalu. Selain itu dalam jajak pendapat tersebut dikatakan bahwa tingkat pengangguran di Jepang akan turun menjadi 2.4% di bulan Desember, lebih baik dibandingkan tingkat pengangguran 2.5% pada bulan November sebelumnya.(WD)

Related posts