Para Pejabat Pemerintah Korea Selatan Tengah Membahas Redenominasi Won

Para pembuat kebijakan ekonomi utama Korea Selatan telah menyatakan setuju dengan gubernur bank sentral dalam menyelaraskan kebijakan politik untuk redenominasi guna lebih mencerminkan skala ekonomi Korea Selatan dan memulai pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Wakil perdana menteri dan menteri keuangan Hong Nam-ki, mengatakan bahwa saat ini sama sekali bukan waktu untuk mempelajari redenominasi di saat pemerintah akan melakukan langkah secara total untuk merangsang ekonomi Korea Selatan. Beliau menambahkan bahwa pekerjaan besar dan penting saat ini untuk mengubah nilai nominal mata uang Won, menuntut studi dalam waktu yang panjang dan sekaligus membangun konsensus sosial, mengingat dampaknya yang besar di seluruh lapisan masyarakat.

Sehari sebelumnya Gubernur Bank of Korea, Lee Ju-yeol dengan tegas menyangkal kemungkinan untuk saat ini atau di masa mendatang, sembari menyampaikan bahwa pekerjaan yang mendesak saat ini adalah memfokuskan sumber daya untuk menghidupkan kembali ekonomi dan sekaligus meningkatkan produktivitas.

Wacana untuk meredenominasi mata uang Won Korea Selatan, telah berulang kali muncuk dalam beberapa tahun terakhir karena Won merupakan mata uang terkecil di antara mata uang negara-negara anggota Organization of Economic Cooperation and Development (OECD), dengan nilai tukar mencapai empat digit terhadap US Dollar.

Pasar telah digerakkan oleh sebuah pengumuman yang menyebutkan bahwa beberapa anggota parlemen dari partai berkuasa tengah berkampanye untuk memulai diskusi mengenai redenominasi. Berita tersebut telah mendorong saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan mesin anjungan tunai mandiri (ATM), guna mengumpulkan harapan terhadap kemungkinan reformasi mata uang.

Para pendukung redenominasi mata uang berpendapat bahwa nilai nominal Won Korea Selatan harus diturunkan ke angka yang lebih mudah dikelola untuk mengurangi komplikasi perhitungan. Mereka juga mengatakan bahwa hal ini akan menghasilkan peningkatan pendapatan dari sektor pajak dengan mengeluarkan apa yang disebut “underground black money”.

Akan tetapi para penentang kebijakan redenominasi justru berpendapat bahwa hal tersebut akan mendatangkan kerugian dibandingkan kebaikan karena akan menciptakan inflasi yang serius dan menbutuhkan biaya sosial dan ekonomi yang luar biasa.(WD)

Related posts