Parlemen Inggris Telah Mengesahkan Letwin Amandement

Para anggota parlemen Inggris secara efektif telah mengambil kendali terhadap proses Brexit dari tangan pemerintahan dibahwa pimpinan Theresa May yang tengah mengalami tekanan. Pada akhirnya parlemen Inggris memilih untuk mengesahkan amandemen yang diajukan oleh sebagian anggota parlemen lintas partai yang berkoalisi, dengan harapan dapat menemukan solusi bagi terlaksananya Brexit.

Dalam pemungutan suara terakhirnya, amandemen proposal tersebut berhasil meraih 329 suara dukungan, unggul dari 302 suara yang menentang. Dengan pengesahan “Letwin amendment” maka hal ini akan mengubah aturan di parlemen itu sendiri, yang mana hal tersebut memungkinkan para anggota parlemen untuk mengatur jadwal debat dan pemungutan suara berikutnya terhadap hasil alternatif untuk pelaksanaan Brexit.

Pada hari ini para anggota parlemen diharapkan mampu untuk melakukan pengendalian bisnis di House of Commons guna mengadakan serangkaian pemungutan suara terhadap hasil Brexit yang berbeda. Hal ini merupakan tindakan untuk mengambil kekuasaan dari pemerintahan Theresa May serta sekaligus memungkinkan para anggota parlemen untuk mengedepankan gerakan bisnis terkait dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Proses pemungutan suara indikatif yang tidak mengikat ini akan diadakan dalam upaya untuk mencari tahu apa yang dapat dipilih melalui parlemen Uni Eropa. Parlemen Inggris dapat melakukan pemungutan suara untuk sejumlah kesepakatan seperti kesepakatan yang dibuat oleh Theresa May, keanggotaan Inggris di pasar tunggal Uni Eropa, serikat pabean, Brexit tanpa kesepakatan, perjanjian perdagangan bebas yang diadopsi dari Kanada, referendum kedua atau bahkan untuk membatalkan Brexit sama sekali.

Sebelumnya pada hari Senin kemarin, May telah mengkonfirmasi bahwa pemerintahnya akan menentang mosi semalam dan tidak dapat berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi konsesnsus yang muncul dari pemilihan indikatif berikutnya. Lebih lanjut May mengatakan kepada Parlemen bahwa pemungutan suara dapat mengarah pada hasil yang tidak dapat dinegosiasikan dengan pihak Uni Eropa, dan tidak ada pemerintah yang mampu memberikan persetujuan untuk berkomitmen terhadap suatu hasil tanpa mengetahui komitmen itu sendiri.

Hingga saat ini satu-satunya kesepakatan yang berhasil disepakati antara Uni Eropa dan pemerintahan May adalah “Withdrawal Agreement”, yang telah mengalami dua kali penolakan dari para anggota parlemen Inggris, namun May masih memberikan isyarat bahwa dirinya masih berharap untuk membalikkan hasil tersebut dari pemungutan suara yang ketiga kalinya.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa dirinya terus mempercayai bahwa saat ini pemerintah Inggris telah berada di jalur yang benar bagi negara tersebut untuk meninggalkan Uni Eropa secepatnya dengan kesepakatan.(WD)

Related posts