Partai Buruh : May Telah Gagal Memberikan Keyakinan Terkait Brexit

Pihak oposisi Inggris dari Partai Buruh mengatakan bahwa Perdana Menteri Theresa May sejauh ini telah gagal meyakinkan mereka untuk memberikan dukungan terhadap kesepakatan Brexit, menjelang KTT darurat Uni Eropa yang akan mendengarkan permohonan dari May untuk menunda pelaksanaan Brexit pada 12 April mendatang.

Sebelumnya pelaksanaan Brexit telah mengalami penundaan dari jadwal semulai di akhir Maret lalu, namun nampaknya May akan meinta kepada Uni Eropa untuk mengabulkan permohonan waktu penundaan yang lebih lama lagi. Sejak Inggris secara mengejutkan mengumumkan hasil referendum dengan 52% suara untuk keluar dari Uni Eropa, May telah memperingatkan bahwa Brexit mungkin tidak pernah terjadi, namun dirinya mengatakan bahwa akan melakukan segala sesuatunya untuk meastikan hal tersebut terlaksana.

Sementara itu Keir Starmer, selaku pendukung Brexit dari Partai Buruh, mengatakan bahwa pemerintahan May sejauh ini tidak mengubah posisi mereka mengenai Brexit dan hal ini justru menyebabkan terjadinya kebuntuan kesepakatan terkait hal tersebut. Lebih lanjut Starmer mengatakan bahwa pihaknya dan pemerintah telah melakukan pendekatan secara seksama guna menemukan solusi, namun mereka belum menemukan jalan keluar dari permasalahan kebuntuan tersebut.

Sedangkan juru bicara dari pemerintahan May, mengatakan bahwa dirinya berharap adanya pembicaraan formal yang dapat berlangsung lebih lanjut di hari ini, guna mencapai kesepakatan segera. Beliau juga mengatakan bahwa pemerintahan May berkeinginan Inggris memiliki kebijakan perdagangan independen, yang merupakan sesuatu yang sulit dicapai dengan pihak Partai Buruh, sembari berharap bahwa ada kompromi diantara kedua pihak.

Para pemimpin Uni Eropa, yang merasa lelah dengan krisi Brexit yang berbelit-belit, harus memutuskan apakah akan memberikan penundaan waktu hingga 30 Juni mendatang untuk May, yang mana keputusan tersebut berpotensi akan mendapatkan veto dari 27 negara anggota Uni Eropa lainnya. Jika permohonan perpanjangan waktu kembali ditolak, maka Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada Jumat mendatang, tanpa adanya kesepakatan guna meredam guncangan ekonomi yang berpotensi terjadi.

Pihak Uni Eropa tidak diharapkan untuk memicu keluar tanpa adanya kesepakatan. Ketua negosiator Brexit Uni Eropa, Michael Barnier telah bertemu dengan Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar, yang sangat bergantung kepada Inggris sebagai pasar dan titik transit, guna membahas guncangan yang mungkin diderita oleh Irlandia jika terjadi Brexit tanpa kesepakatan.(WD)

Related posts