Header Ads

Pasar Eropa Mulai Mencermati Kandidat Dewan Eksekutif ECB Menjelang Berakhirnya Mandat Draghi

Menjelang berakhirnya mandat Mario Draghi sebagai presiden European Central Bank, para pelaku pasar mencoba memilah-milah siapa selanjutnya yang akan mengontrol kebijakan moneter di Eurozone. Setidaknya dengan mengetahui siapa yang menjadi kandidat terkuat pemangku kebijakan moneter Eropa, dapat diketahui petunjuk arah kebijakan suku bunga Eurozone, tanpa mengesampingkan segala faktor eksternal. Hingga saat terjadinya penggantian pucuk pimpinan Bank Sentral Eropa pada Oktober tahun depan, tentunya sejumlah posisi pekerjaan yang harus dipersiapkan, untuk memberi kejelasan mengenai siapa nanti yang akan meraih kursi di Frankfurt.

Untuk menjaga keseimbangan negara anggotanya untuk duduk di dewan kebijakan bank sentral, sejumlah analis menyarankan bahwa calon presiden bank sentral berasal dari Eropa Utara, yaitu seseorang yang dinilai mampu merubah kebijakan kenaikan suku bunga lebih cepat sesuai harapan pasar. Sebagai contoh, Lusi de Gandos, mantan menteri ekonomi Spanyol, yang di awal tahun ini ditunjuk sebagai wakil presiden ECB, yang menyuarakan ECB untuk mulai memikirkan langkah pengetatan suku bunga.

Dalam waktu dekat ini pasar Eropa akan terfokus kepada siapa yang menjadi pengganti Daniele Nouy sebagai pemimpin lembaga Single Supervisory Mechanism (SSM), yang bertugas mengawasi bank-bank di Eurozone, akan mengakhiri mandatnya di akhir tahun ini. Saat ini ada tiga nama yang dinilai mampu untuk menggantikan kedudukan pakar perbankan Perancis tersebut, yaitu Sharon Donnery yang menjabat sebagai deputi gubernur Bank Sentral Irlandia, Andrea Enria selaku Ketua Otoritas Perbankan Eropa, serta Robert Ophele yang saat ini menjabat sebagai Presiden Regulator Perbankan Perancis. Dua nama pertama disinyalir lebih mendapatkan dukungan dari anggota Parlemen Eropa.

Menanggapi hal tersebut, Carsten Brzeski, Kepala Ekonom di ING menilai bahwa keduanya merupakan kandidat yang sangat bagus dan mempunyai kualifikasi tinggi, namun kewarganegaraan nampaknya turut menjadi faktor dalam hal ini, mengingat bahwa Gubernur Bank Sentral Irlandia, Philip Lane nampaknya memiliki peluang bagus untuk menduduki kursi di Dewan Eksekutif ECB di tahun depan, baik sebagai kepala ekonom atau bahkan sebagai presiden bank sentral, maka sulit untuk Irlandia menempatkan dua pejabatnya di dua posisi penting di ECB.

Akan tetapi pandangan analis lainnya, Florian Hense, ekonom Eropa di Berenberg justru menilai bahwa Sharon Donnery kemungkinan akan mendapatkan dukungan khusus di antara negara-negara anggota Eurozone di kawasan Eropa Utara, setelah Donnery mengambil langkah keras terhadap bank-bank untuk menurunkan kredit macet mereka lebih cepat dari perkiraan. Hense mengatakan bahwa semua itu tergantung kepada seberapa besar dukungan Irlandia terhadap Donnery, dengan mengesampingkan peluang Philip Lane untuk menduduki salah satu kursi di Dewan Eksekutif ECB, yang kemungkinan dapat menjadi pengganti Mario Draghi.(WD)

Related posts