Pasar Mata Uang Gelisah Menjelang Perang Tarif Cina – AS

forex marketPergerakan mata uang utama saat ini tengah dilanda kegelisahan menyusul tenggat waktu pemberlakuan tarif impor Cina yang semakin dekat. Meskipun demikian mata uang Yuan nampaknya masih tetap stabil seiring People’s Bank of China yang terus berupaya untuk mencegah jatuhnya mata uang tersebut. Mata uang tunggal Euro mengalami sedikit perubahan, yang didukung oleh technical support di 1.15 yang cukup kuat, meskipun dibayangi oleh adanya kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi serta ketidakstabilan politik di Eropa. Shinichiro Kadota, senior FX & strategi di Barclays di Tokyo, mengatakan bahwa otoritas Cina secara jelas tidak inggin menggunakan Yuan yang nilainya lebih lemah sebagai kebijakan perdagangan valuta asing. Saat ini para pelaku pasar sedikit gugup di tengah persiapan Trade Wars dalam skala penuh antara Cina dan AS. Washington telah menyatakan bahwa mereka akan menerapkan tarif baru terhadap impor Cina senilai $34 milliar pada 6 Juli besok, dan Beijing juga telah bersumpah akan membalasnya pada hari yang sama. Akan tetapi pemerintah Cina melalui Departemen Keuangan telah mengatakan bahwa mereka tidak akan melancarkan “tembakan” pertama mereka dan hanya akan membalas apabila AS melancarkan perang tarifnya terlebih dahulu. Para investor di pasar mata uang saat ini tengah menunggu dengan cemas kelanjutan perang tarif perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut. Sebagai dua kekuatan ekonomi dunia, Cina dan AS dipastikan memberikan pengaruh yang kuat di pasar global. Dengan dimulai Trade Wars, maka dampaknya akan sangat dirasakan oleh pasar mata uang dan pasar ekuitas saham.

Related posts