Pasar Tenaga Kerja AS Mampu Mengurangi Jumlah Keluarnya Angkatan Kerja

Seorang penasihat penelitian di departemen riset ekonomi Federal Reserve of San Fransisco, Regis Barnichon memaparkan bahwa pasar tenaga kerja AS yang ketat tidak berhasil menarik orang-orang baru ke dalam angkatan kerja, namun hanya mampu mengurangi jumlah yang keluar dari angkatan kerja saat ini.

Hasil laporan penelitian tersebut bertentangan dengan pandangan luas di kalangan para ekonom yang menilai bahwa orang yang memasuki pasar tenaga kerja, menjadi salah satu faktor utama bagi pertumbuhan lapangan kerja bulanan yang kuat, sehingga laju tingkat pengangguran berada di level terendah dalam hampir 50 tahun terakhir.

Dalam paparan disebutkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja atau proporsi warga AS usia kerja yang memiliki pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan, mencapai level tertinggi lebih dari lima tahun terkahir pada Januari lalu. Sebagian besar didorong oleh kenaikan usia kerja kelompok 25-55 tahun.

Lebih jauh Barnichon mengatakan bahwa keuntungan ini setidaknya menunjukkan bahwa kekuatan pasar tenaga kerja telah menarik orang ke dalam angkatan kerja, namun analisis yang mendasar antaran angkatan kerja di setiap negara menunjukkan bahwa jangankan menarik orang baru, pasar tenaga kerja justru hanya mengurangi jumlah individu yang keluar dari pasar tenaga kerja.

Secara rata-rata ekonomi AS mampu menciptakan 205 ribu pekerjaan setiap bulannya di tahun ini, atau dua kali lipat dari rata-rata 100 ribu per bulan yang dibutuhkan untuk mengimbangi pertumbuhan populasi usia kerja dan tingkat pengangguran di 3.6% merupakan yang terendah sejak Desember 1969 silam.

Selama resesi tahun 2007-2009 jumlah angkatan kerja mengalami penurunan tajam dan terus turun di tahun-tahun berikutnya. Akan tetapi jumlah angkatan kerja terus meningkat sejak tahun lalu, sehingga para ekonom percaya bahwa masih ada sedikit kelonggaran di pasar tenaga kerja.

Dalam catatannya Barnichon mengatakan bahwa selama krisis semakin banyak pencari kerja yang tidak dapat menemukan pekerjaan, sehingga mereka meninggalkan angkatan kerja secara massal sehingga tingkat partipasi anjlok, namun saat pasar tenaga kerja semakin ketat dan para pengangguran mampu mendapatkan pekerjaan dengan lebih cepat, maka tingkat partisipasi kerja kembali menunjukkan kenaikannya.(WD)

Related posts