Payroll AS Bulan Maret Diperkirakan Meningkat

Tingkat perekrutan pekerja di sektor swasta kemungkinan akan meningkat di bulan Maret, seiring peningkatan program vaksinasis serta dana bantuan pandemi yang lebih banyak dari pemerintah AS sehingga akan memperkuat ekspektasi lonjakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini ke level terkuatnya sejak 1984 silam.

Data laporan ketenagakerjaan dari Departemen Tenaga Kerja yang diawasi secara ketat pada malam hari nanti, diharapkan mampu menunjukkan laju pertumbuhan di pasar tenaga kerja, meskipun dinilai masih belum pulih secara penuh menyusul defisit pekerjaan yang masih besar serta tingkat pengangguran jangka panjang yang semakin mengakar.

Dalam survei dari Reuters diperkirakan bahwa data Non-farm Payroll akan mengalami lonjakan sebesar 647 ribu pekerjaan di bulan Maret, setelah meningkat sebanyak 379 ribu di bulan Februari, yang merupakan kenaikan terbesarnya sejak Oktober lalu.

Laporan hari Jumat menandai peringatan menyakitkan bagi pasar tenaga kerja, yang mana laporan ketenagakerjaan di bulan Maret 2020 merupakan yang pertama mencerminkan penutupan sektor bisnis yang dinilai tidak penting, seperti restoran, bar dan pusat kebugaran yang dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran pandemi Covid-19, dimana pada bulan tersebut sebanyak hampir 1.7 juta pekerjaan hilang dan 20.7 juta lainnya akan hilang di bulan berikutnya.

Seorang profesor keuangan dan ekonomi di Loyola Marymount University di Los Angeles, Sung Won Sohn mengatakan bahwa perekonomian AS saat ini tengah menanjak akibat dorongan program vaksin dan stimulus pemerintah, sehingga serangkaian data ekonomi yang solid tengah menanti untuk dirilis.

Hingga Selasa lalu dilaporkan oleh US Centers for Disease Control and Prevention bahwa pemerintah AS telah memberikan sebanyak 147.6 juta dosis vaksin Covid-19 serta mendistribusikan sebanyak 189.5 juta dosis vaksin, sementara paket bantuan pandemi besar-besaran dari pemerintahan Joe Biden senilai $ 1.9 triliun yang telah disetujui di bulan lalu, telah mengirimkan tambahan cek senilai $ 1,400 ke setiap rumah tangga yang memenuhi syarat dan pendanaan baru untuk sektor bisnis.

Sehingga hal ini dinilai telah membawa perbaikan secara signifikan di pasar tenaga kerja selama bulan Maret lalu, dimana sebuah laporan di pekan ini menunjukkan ukuran pekerjaan pabrik melonjak hingga ke level tertinggi sejak Februari 2018, sedangkan jumlah PHK yang diumumkan oleh perusahaan AS berada dalam jumlah paling sedikit dalam lebih dari dua setengah tahun terakhir.

Keuntungan pekerjaan bulan lalu kemungkinan besar dipimpin oleh industri rekreasi dan perhotelan, yang telah menanggung beban pandemi, sementara terjadi peningkatan kuat dalam tingkat perekrutan diperkirakan akan terjadi di sektor pabrikan serta konstruksi setelah terhambat oleh cuaca dingin di bulan Februari.

Para ekonom memperkirakan bahwa laju pertumbuhan pekerjaan rata-rata berada di angka 700 ribu per bulan pada periode kuartal kedua dan ketiga, yang dikombinasikan dengan stimulus fiskal serta simpanan senilai sekitar $ 19 triliun yang diakumulasikan oleh sektor rumah tangga selama pandemi, yang diharapkan dapat melepaskan gelombang permintaan yang kuat yang tertahan selama pandemi.

Laju pertumbuhan pekerjaan yang kuat kemungkinan akan menekan tingkat pengangguran, yang diperkirakan akan turun menjadi 6.0% dari 6.2% di bulan Februari, menyusul tingkat partisipasi angkatan kerja atau proporsi usia kerja AS yang memiliki pekerjaan atau tengah mencari pekerjaan, diharapkan naik dari posisi terendahnya dalam hampir 50 tahun.

Namun demikian pangsa pengangguran jangka panjang di AS kemungkinan akan tetap berada di level tingginya di bulan Maret, yang menyebabkan terjadinya erosi keterampilan yang dapat menimbulkan kesulitan bagi banyak orang untuk menemukan pekerjaan dengan bayaran yang lebih tinggi.(WD)

Related posts