PBOC Akan Kembali Memangkas Rasio Persyaratan Cadangan Perbankan

Memasuki tahun 2020 ini People’s Bank of China telah mengumumkan bahwa pihaknya memangkas persyaratan cadangan untuk bank, yang membebaskan hingga senilai $114 milliar guna meningkatkan pinjaman dan memacu ekonomi Cina yang mengalami perlambatan.

Bank sentral Cina berencana akan memangkas rasio persyaratan cadangan bagi bank pada 6 Januari mendatang sebesar 50 basis poin, sehingga ini berarti mengurangi jumlah uang tunai yang harus dimiliki oleh bank.

Kebijakan untuk menurunkan rasio persyaratan cadangan bank berarti bahwa pemerintah telah membebaskan lebih banyak dana tunai bagi bank untuk dipinjamkan ke usaha berskala kecil.

Selama tahun 2019 lalu, bank sentral Cina telah memangkas persyaratan cadangan bagi bank sebanyak tiga kali guna meningkatkan laju ekonomi Cina yang mengalami pertumbuhan di laju paling lambat dalam periode tiga dekade terakhir di tahun lalu.

Kantor berita Cina, Xinhua mengatakan bahwa pemangkasan terbaru ini akan mengimbangi dampak terhadap permintaan uang tunai menjelang Spring Festival di akhir bulan Januari ini.

Salah seorang ekonom Cina yang menjabat sebagai kepala bank investasi Nomura, Ting Lu mengatakan dalam sebuah catatannya bahwa langkah tersebut mencerminkan kekhawatiran pemerintahan Beijing terhadap kebijakan pengetatan kredit dan tekanan lain terhadap ekonomi Cina, namun kemungkinan hal tersebut hanya memiliki dampak yang terbatas.

Lebih lanjut Lu mengatakan bahwa pihaknya percaya bahwa ekonomi Cina belum mencapai titik terendahnya mengingat tantangan pertumbuhan yang kuat. Selain itu pasar dapat berubah jauh lebih optimis terhadap prospek pertumbuhan Cina, seperti yang terjadi di awal tahun lalu, namun Lu mengatakan bahwa pihaknya menyarankan agar tetap bersikap hati-hati terhadap dampak ekonomi dari kebijakan pemangkasan reserve requirement ratio.

Melambatnya laju permintaan domestik serta perang dagang dengan AS, telah berkontribusi terhadap laju perlambatan ekonomi Cina.

Pada bulan lalu Washington dan Beijing telah menyampaikan bahwa keduanya telah menyelesaikan kesepakatan fase pertama, untuk mengakhiri perang dagang diantara keduanya yang berlangsung selama hampir dua tahun, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengurangi bahkan membatalkan sejumlah kebijakan tarif.

Sementara pihak Beijing berjanji untuk mengadopsi reformasi perdagangan serta melakukan pembelian produk pertanian AS dalam jumlah yang lebih banyak.

Adapun rencananya perjanjian perdagangan parsial ini akan ditandatangani pada pertengahan bulan Januari, seperti yang diumumkan oleh Trump bahwa dirinya juga akan melakukan perjalanan ke Cina guna melanjutkan pembicaraan dagang antara kedua negara.(WD)

Related posts