Header Ads

PBOC Kembali Memangkas Rasio Persyaratan Cadangan Perbankan

People’s Bank of China mengatakan bahwa pihaknya telah memangkas jumlah uang tunai yang harus dimiliki oleh bank komersial sebagai cadangan untuk yang kedua kalinya di tahun, yang mana mereka melepas 550 milliar Yuan ($78.82 milliar) guna menopang perekonomian yang turun tajam akibat wabah virus yang merebak.

Dalam pernyataan di situs resminya, bank sentral Cina mengatakan bahwa mereka akan memangkas rasio persyaratan cadangan (RRR) sebesar antara 50 hingga 100 basis poin untuk bank yang telah memenuhi target pembiayaan inklusif, sementara rasio cadangan untuk bank-bank berskala besar saat ini berada di angka 12.5%.

PBOC terus memberikan dukungan bagi perbankan untuk meminjamkan lebih banyak kepada perusahaan berskala kecil dan menengah serta sejumlah sektor lainnya yang rentan dengan mekanisme pembiayaan inklusif serta memberi desakan kepada lembaga pemberi pinjaman untuk memberikan pinjaman murah dan memberikan toleransi terhadap keterlambatan pembayaran dari perusahaan yang terkena dampak krisis kesehatan.

Pasar keuangan secara luas mengharapkan langkah-langkah dukungan yang segera terwujud dari pemerintahan Beijing dan PBOC untuk mendapatkan kembali kondisi pijakan bagi perekonomian yang lebih mantap.

Selain itu bank sentral Cina juga telah meningkatkan pelonggaran kebijakan sejak wabah virus meningkat pada akhir Januari, seperti memangkas suku bunga utama mereka dan sejumlah analis mengharapkan pemangkasan suku bunga pinjaman di pekan depan.

Namun demikian pada pengambil kebijakan di bank sentral telah menegaskan kembali bahwa kebijakan mereka akan tetap bersifat akomodatif, bahkan lebih fleksibel dalam memprioritaskan pemulihan pertumbuhan ekonomi jika memang diperlukan.

Pemerintah Tiongkok juga telah meluncurkan langkah-langkah dukungan fiskal, termasuk lebih banyak dana untuk melawan virus, keringanan pajak, pemotongan biaya asuransi sosial dan subsidi untuk perusahaan.

Saat ini sejumlah sumber yang mengetahui hal ini, berharap bahwa para pejabat pengambil kebijakan PBOC tengah berdebat untuk menentukan apakah akan menurunkan target pertumbuhan ekonomi di tahun ini, dari yang direncanakan di 6% dan telah disetujui di akhir tahun lalu.

Hingga kini Cina belum mengeluarkan target 2020 karena pertemuan parlemen tahunan, yang semula dijadwalkan akan dibuka pada 5 Maret, telah ditunda karena wabah virus.(WD)

Related posts