Header Ads

PBOC Memangkas Loan Prime Rate Untuk Tenor ! Tahun Dan 5 Tahun

Pemerintah Cina memangkas suku bunga pinjaman seperti yang diharapkan secara luas di hari ini, saat pihak berwenang bergerak ke arah pembiayaan yang lebih rendah untuk sektor bisnis dan mendukung ekonomi yang tengah terganggu oleh wabah virus corona yang parah.

Epidemi virus ini telah menimbulkan hambatan bagi rantai pasokan global dan menyebabkan gangguan yang meluas ke sektor bisnis dan aktifitas pabrik di Cina, sehingga mendorong pihak berwenang untuk memberikan aliran langkah-langkah kebijakan untuk meredam tekanan terhadap laju pertumbuhan dalam beberapa pekan terakhir.

Suku bunga dasar pinjaman satu tahun diturunkan sebesar 10 basis poin menjadi 4.05% dari 4.15% dari kebijakan bulanan sebelumnya. Sementara suku bunga dasar pinjaman lima tahun diturunkan sebesar 5 basis poin menjadi 4.75% dari 4.80%.

Sebanyak 51 responden dalam survei singkat yang dilakukan oleh Reuters mengharapkan penurunan Loan Prime Rate (LPR), dari semuanya sebanyak 38 responden atau sekitar 75% mengharapkan penurunan 10 basis poin untuk kedua tenor.

Mayank Mishra selaku ahli strategi makro di Standard Chartered Bank di Singapura, mengatakan bahwa pemangkasan LPR sesuai dengan harapan semula, akan tetapi kemungkinan tidak cukup untuk mengatasi dampak ekonomi dari virus tersebut.

Lebih lanjut Mishra mengatakan bahwa pihak berwenang Cina mengirim pesan bahwa pelonggaran kebijakan akan terjadi, namun itu akan terjadi dalam laju kecepatan yang terukur, dan mereka tidak ingin memicu harapan bahwa mereka akan mereda secara agresif.

Beliau juga mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan lebih banyak pelonggaran moneter dalam bentuk 100 basis poin dalam rasio cadangan yang disyaratkan dan 10 basis poin dalam fasilitas pinjaman jangka menengah di samping apa yang telah dilihat oleh pasar.

Pemangkasan LPR mengikuti langkah serupa dalam suku bunga pinjaman jangka menengah dari bank sentral pada awal pekan ini, seiring para pembuat kebijakan berusaha untuk mengurangi hambatan di sektor bisnis akibat wabah virus corona.

Para investor bertaruh bahwa pihak berwenang akan meluncurkan lebih banyak pelonggaran moneter dan stimulus fiskal dalam waktu dekat untuk membantu bisnis dalam skala kecil yang berjuang untuk mengatasi krisis yang terjadi.

Negara ekonomi terbesar kedua di dunia, yang sudah bergulat dengan pertumbuhan pada titik terlemahnya dalam hampir tiga dekade, telah menunjukkan beberapa tanda stabilisasi tepat sebelum epidemi melanda.

Dalam jajak pendapat Reuters terbaru disebutkan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, laju pertumbuhan kuartal pertama berpotensi mengalami kemerosotan menjadi 4.5% dari 6.0% pada kuartal keempat lalu.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa laju pertumbuhan bahkan lebih rendah mendekati angka 3%, menggarisbawahi gangguan bisnis yang luas akibat virus.

Loan Prime Rate (LPR) merupakan tingkat referensi pinjaman yang ditetapkan setiap bulannya oleh 18 bank dan People’s Bank of China mengubah mekanisme penetapan harga LPR pada bulan Agustus tahun lalu, dengan mengelompokkannya ke tingkat fasilitas pinjaman jangka menengah secara longgar.(WD)

Related posts