PBOC Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah, Spread Dengan AS Melebar

Bank sentral China mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak berubah pada hari Kamis. Bank sentral memilih untuk tidak mengikuti kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve AS meskipun ada risiko bahwa itu bisa memberi tekanan baru pada yuan.

Langkah Bank Rakyat China (PBOC) ini mengindikasikan bank tidak akan segera menyesuaikan biaya pinjaman untuk pinjaman antar bank setelah Fed menaikkan suku bunga utamanya semalam.

Meskipun PBOC telah diharapkan untuk tetap di jalur kebijakannya dan tidak selalu mengikuti FED secara langsung, namun investor menggaris bawahi keputusan tersebut sebagai jalur kebijakan yang berbeda untuk ekonomi terbesar di dunia yaitu AS.

Perekonomian China secara perlahan kehilangan momentum dan menghadapi lebih banyak tekanan dari meningkatnya tarif perdagangan AS. Di sisi lain, FED melihat ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan tahun ini, dengan hanya sedikit pelambatan pada 2019.

Namun dengan keputusan ini, China telah meringankan kebijakan kredit dan mencoba untuk mengurangi biaya pembiayaan dalam berbagai cara dalam beberapa bulan terakhir karena kegiatan ekonomi telah melunak dan ancaman perdagangan AS meningkat.

PBOC juga mengatakan telah melewati operasi pasar terbuka karena tingkat likuiditas dalam sistem perbankan “relatif tinggi”.

Sheng Songcheng, penasihat kebijakan bank sentral, mengatakan kepada Beijing News yang dikelola pemerintah bahwa menaikkan suku bunga tidak sesuai dengan situasi ekonomi China saat ini. Karena China perlu menurunkan biaya pembiayaan untuk mendukung perusahaan dan mendorong pertumbuhan yang stabil.

“Kenaikan suku bunga Fed akan menumpuk tekanan pada yuan dalam jangka pendek, tetapi itu tidak akan besar karena ekonomi China sebagian besar stabil,” kata Sheng seperti dikutip.

Related posts