PDB Korea Selatan Tumbuh Lebih Rendah Dibanding Perkiraan Awal

Produk domestik bruto Korea Selatan dilaporkan tumbuh 0.6% di kuartal kedua dibanding periode tuga bulan sebelumnya, namun lebih rendah dibanding perkiraan awal 0.7% yang dirilis pada bulan Juli lalu, sehingga menimbulkan keraguan terhadap target pertumbuhan negara sebesar 2.9% untuk tahun ini. Bank of Korea merilis data revisi PDB riil yang mencapai 398.0 triliun won ($357.4 milliar) di periode April-Juni.

Bank sentral negeri ginseng tersebut mengatakan bahwa pertumbuhan investasi di sektor konstruksi serta laju ekspor impor dilaporkan lebih lambat dari perkiraan awal, sehingga menurunkan angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Laju investasi sektor konstruksi mengalami kontraksi 2.1% di kuartal kedua, lebih besar dari perkiraan penurunan 1.3% sebelumnya.

Belanja swasta dilaporkan tumbuh 0.3%, tidak berubah dari data awal Juli, namun mencatat hasil terburuk sejak kuartal keempat tahun 2016 silam. Sementara itu untuk Gross National Income untuk kuartal akedua, setelah disesuaikan secara musiman, mencapai 407.1 triliun won, atau turun 1.0% pada kuartal pertama. Gross National Income adalah jumlah keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara ditambah pendapatan yang diterima dari luar negeri.

Sedangkan untuk indeks harga konsumen Korea Selatan hanya mencatat kenaikan tipis 1.4% di bulan Juli lalu dibanding periode yang sama setahun sebelumnya, seiring kenaikan barang-barang produk pertanian dan jasa. Akan tetapi angka ini lebih lambat dari kenaikan 1.5% di bulan sebelumnya. Bank sentral Korea saat ini terjebak dalam dilema kebijakan dengan kondisi sektor pekerjaan serta laju permintaan yang memburuk, sehingga nampaknya akan sulit untuk menerapkan pengetatan kebijakan moneternya.(WD)

Related posts