Header Ads

Pejabat The Fed Menilai Bahwa Trade War Mengancam Pertumbuhan Ekonomi

Dalam sebuah kesempatan berbicara pada konferensi yang diadakan oleh Federal Reserve of Dallas, empat pembuat kebijakan The Fed sepakat menilai bahwa ketegangan yang timbul akibat perselisihan perdagangan antara AS-Cina telah menciptakan ketidakpastian bagi sektor bisnis dan tentunya membawa ancaman bagi pertumbuhan ekonomi.

Dari komentar tersebut dapat dinilai bahwa trade war antara AS-Cina yang telah berlangsung selama 10 bulan terakhir, menjadi faktor penting bagi The Fed untuk menimbang seberapa lama mereka akan tetap bersikap sabar terkait kebijakan suku bunga.

Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly, mengatakan bahwa data ekonomi saat ini dalam kondisi yang bagus, namun iklim pasar saat ini tengah goyah, sehingga jika menantikan berkurangnya ketidakpastian yang terjadi, maka dirinya berharap bahwa momentum ekonomi akan berbalik menjadi risiko bagi pertumbuhan. Lebih lanjut Daly menilai jika ketidakpastian masih berlanjut, maka ini akan menjadi kerugian bagi perekonomian, dikarenakan ketidakpastian tidak saja memiliki efek yang nyata namun juga memiliki efek pada kepercayaan yang akan mempengaruhi laju investasi.

Sementara Presiden Federal Reserve of Richmond, Thomas Barkin dan Presiden Federal Reserve of Atlanta, Raphael Bostic, dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa ketidakpastian seputar perdagangan dapat mengganggu jalannya pertumbuhan, sementara resolusi dari para pejabat Teh Fed diharapkan mampu memberi dukungan untuk itu.

Sedangkan Presiden Federal Reserve of Dallas, Robert Kaplan mengatakan kepada para wartawan bahwa dirinya tengah mengamati dengan seksama tentang bagaimana ketegangan perdagangan ini terjadi, dikarenakan masih ada kekhawatiran mengenai apakah hal tersebut dapat menyebabkan sejumlah perlambatan dalam laju pertumbuhan, namun masih terlalu dini untuk menyimpulkan hal tersebut.

Komentar tersebut muncul disaat para peneliti di Federal Reserve of New York menerbitkan hasil penelitian mereka yang menunjukkan putaran terbaru tarif AS terhadap produk impor dari Cina yang akan menelan biaya sektor rumah tangga AS hingga senilai $831 per tahun.

Lebih lanjut Kaplan mengatakan bahwa pengaturan suku bunga The Fed untuk saat ini telah berada di jalur yang tepat, dan beliau berpikir bahwa perkembangan baru yang terjadi di bulan lalu telah meningkatkan ketegangan perdagangan dan lebih banyak ketidakpastian di sektor bisnis sehingga hanya membutuhkan waktu yang sedikit untuk memilah-milah tentang bagaimana itu terjadi dan berapa lama akan berlangsung.

Mereka berkomentar di konferensi tersebut untuk membahas efek dari kemajuan teknologi seperti artificial inteligence terhadap laju inflasi, pasar tenaga kerja dan ekonomi. Hasil penelitian yang disajikan menyarankan bahwa adopsi teknologi baru kemungkinan akan memberi tekanan terhadap inflasi serta mengubah sifat p0ekerjaan dengan cara yang dapat memperburuk kesenjangan pendapatan yang saat ini sudah besar.(WD)

Related posts