Header Ads

Pembicaraan Brexit Berada Dalam Fase Sulit

Salah seorang menteri di kabinet Inggris mengatakan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan Brexit untuk saat ini berada dalam fase yang sulit, dan kesepakatan hanya dapat dicapai apabila pihak Uni Eropa menerima kedaulatan Inggris.

Dengan hanya menyisakan tenggat waktu selama empat pekan hingga Inggris mengakhiri masa transisi pada 31 Desember mendatang, kedua belah pihak menyerukan kepada pihak lainnya untuk berkompromi terkait permasalahan penangkapan ikan, bantuan negara serta cara menyelesaikan sengketa di masa mendatang.

UK Business Secretary Alok Sharma mengatakan kepada Sky TV, bahwa saat ini pihaknya berada dalam fase yang kritis, seiring ada sejumlah masalah rumit yang masih harus diselesaikan dan sejak awal proses ini pihaknya selalu mengatakan bahwa kesepakatan hanya dapat dilakukan jika pihak Uni Eropa mengakui bahwa Inggris adalah sebuah negara yang merdeka dan berdaulat sehingga atas dasar itulah kesepakatan akan dilakukan.

Jika kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan, maka proses Brexit selama lima tahun akan berakhir dengan kekacauan seperti Eropa yang saat ini tengah bergulat dengan biaya ekonomi yang besar akibat pandemi Covid-19.

Hard Brexit adalah skenario mimpi buruk bagi sektor bisnis dan investor yang mengatakan bahwa hal tersebut akan menimbulkan permasalahan di perbatasan, mengancam pasar keuangan serta menabur kekacauan melalui rantai pasokan yang membentang di seluruh benua Eropa dan sekitarnya.

Sebuah sumber dari pemerintah Inggris mengatakan bahwa Uni Eropa telah mengganggu jalannya pembicaraan dengan mencoba menarik konsesi lebih lanjut di menit-menit terakhir.

Sementara itu negosiator Brexit dari Uni Eropa Michael Barnier dijadwalkan untuk memberi kabar terbaru kepada 27 utusan nasional ke pihak Brussels pada hari ini mengenai hasil pembicaraan terbaru antara kedua belah pihak.

Sejumlah sumber Uni Eropa mengatakan bahwa diskusi ini akan terfokus kepada kisaran apa yang disebut bidang permainan yang setara dengan bantuan negara dan sekaligus memperbaiki standar tenaga kerja dan lingkungan minimum di masa, serta pemulihan efektif yang dapat diambil oleh masing-masing pihak jika pihak lainnya membiarkan hal ini lolos dari kesepakatan.(WD)

Related posts