Pembicaraan Brexit Masih Jauh Dari Kesepakatan

Sejumlah kalangan menilai bahwa proses pembicaraan perdagangan antara pihak Inggris dan Uni Eropa masih jauh dari kata sepakat, dan Brexit sangat tergantung pada keseimbangan saat kedua belah pihak melakukan upaya terakhirnya untuk menjembatani perbedaan signifikan guna mencapai kesepakatan perdagangan yang akan menghindari mereka dari Hard Brexit dalam sisa 24 hari kedepan.

Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin mengatakan pada Minggu kemungkinan kesepakatan hanya 50-50 sementara bank investasi JPMorgan mengatakan peluang keluar dari kesepakatan tanpa perdagangan telah meningkat menjadi sepertiga dari 20 persen.

Kegagalan untuk mendapatkan kesepakatan akan mengganggu perbatasan, menakuti pasar keuangan dan mengganggu rantai pasokan yang rumit yang membentang di seluruh Eropa dan sekitarnya seperti dunia yang mencoba untuk mengatasi biaya ekonomi yang besar dari pandemi COVID-19.

Terkait akan hal ini kepala negosiator Brexit dari Uni Eropa, Michael Barnier mengatakan kepada utusan nasional untuk Brussels pada Senin pagi waktu setempat bahwa belum ada kesepakatan dalam pembicaraan perdagangan dengan pihak Inggris, dan beliau menyampaikan tiga masalah paling kontroversial yang belum terselesaikan dalam negosiasi tersebut.

Disebutkan bahwa pemerintah Inggris akan terus maju dengan rancangan undang-undang di pekan ini, yang akan melanggar perjanjian perpisahan sebelumnya dengan kawasan tersebut, yang mana hal ini dinilai dapat merusak perundingan yang tengah berlangsung.

Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney seperti dikutip oleh Irish Times, mengatakan bahwa dirinya masih berpikir bahwa kemungkinan besar kedua belah pihak tidak akan menemukan cara untuk menyelesaikan kesepakatan namun jika hal ini benar-benar menemui kegegalan maka tentunya akan menjadi kejutan, dan jika tidak terjadi kesepakatan dalam beberapa hari kedepan, maka jelas ada masalah serius seputar ratifikasi dan jadwal.(WD)

Related posts