Pemerintah Jepang Menjual Emas Untuk Dana Stimulus

Salah seorang pejabat di pemerintahan Jepang mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya telah menjual 80 ton emas dalam bentuk koin guna mendanai sebagian dari paket stimulus mereka dalam jumlah besar untuk memerangi krisis virus corona.

Dengan beban hutang publik hingga dua kali lipat dari ukuran ekonomi serta pendapatan pajak yang dilanda resesi akibat pandemi, maka pihak Kementerian Keuangan tengah berada di bawah tekanan untuk mencari sumber pendapatan di luar pajak guna menutupi kenaikan biaya pengeluaran dalam menangani krisis kesehatan.

Biasanya mereka memanfaatkan cadangan yang telah disisihkan dalam rekening khusus serta dari keuntungan yang diperoleh Bank of Japan dan lembaga lainnya yang dimasukkan ke dalam kas negara setelah menutup buku tahunan mereka, namun kali ini pihak kementerian berupaya menggunakan pengaturan yang belum pernah dipakai yang sekaligus melibatkan bank sentral.

Dengan langkah tersebut maka divisi kementerian yang bertanggung jawab terhadap urusan internasional berencana untuk menjual sebagian dari cadangan Dollar ke pihak Bank of Japan, serta dengan hasil penjualan dalam mata uang Yen tersebut maka mereka akan membeli emas dari divisi lain di kementerian yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan hutang negara.

Dari hasil penjualan emas tersebut maka divisi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan hutang akan memperoleh hasil senilai 500 milliar Yen ($ 4.84 milliar), yang akan dipergunakan untuk mendanai kebijakan pendanaan yang bertujuan meningkatkan penelitian dan pengembangan di universitas.

Akan tetapi sejumlah analis mengatakan bahwa pengaturan tersebut kemungkinan akan diprakarsai oleh Kementerian Keuangan, sebagai upaya untuk menghindari penerbitan terlalu banyak hutang atau menggunakan uang pembayar pajak untuk pendanaan tersebut.

Yoshimasa Maruyama selaku kepala ekonom pasar di SMBC Nikko Securities, mengatakan bahwa jika dilihat dari sudut pandang konsolidasi fiskal, maka kesepakatan ini dapat digambarkan sebagai penggunaan properti negara secara efektif, dan nampaknya hal ini masuk akal bagi Bank of Japan untuk menambah dana dalam bentul Dollar, akan tetapi kemungkinan pemerintah yang akan menentukan trigger dengan harapan mendapatkan uang untuk dana universitas.

Sementara salah seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa alokasi anggaran untuk dana universitas merupakan konsekuensi dan bukan sebagai tujuan utama dari pengaturan tersebut.

Sedangkan pejabat lainnya mengatakan bahwa tanggapan kementerian terhadap pendanaan Dollar dari Bank of Japan dinilai luar biasa, yang mana kesepakatan ini akan menyoroti kesulitan dalam mengelola beban hutang publik terberat di dunia industri, yang mengalami lonjakan pasca pengeluaran stimulus yang besar dalam dua dekade terakhir.(WD)

Related posts