Pemerintah Korea Selatan Akan Memangkas Pajak Bahan Bakar

Pemerintah Korea Selatan berencana untuk memangkas pajak bahan bakar hingga sebesar 15% dalam enam bulan kedepan, yang dipergunakan sebagai dukungan bagi ekonomi yang tengah goyah saat ini. Menteri Keuangan dan Wakil Perdana Menteri, Kim Dong-Yeon mengatakan bahwa program penghentian pajak sementara, yang mulai berlaku pada 6 November mendatang untuk periode enam bulan kedepan, dimaksudkan untuk meringankan beban bahan bakar bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha skala kecil yang tengah bergulat dengan kondisi ekonomi yang memburuk.

Dari program yang diusulkan ini akan tercipta penurunan pendapatan pajak tahunan hingga sebesar sekitar 2 triliun Won ($1.77 milliar). Akan tetapi banyak ahli yang berpendapat bahwa keringanan pajak bahan bakar ini hanya akan membantu perekonomian dalam waktu sesaat saja dan hanya akan mendatangkan kerugian sektor keuangan publik. Namun demikian pihak Kementerian Keuangan mengklaim bahwa hal ini akan berbeda seiring mereka tidak mengharapkan harga minyak mengalami penguatan sedemikian besar. Selain itu mereka juga berjanji bahwa pemotongan pajak ini akan mendapatkan pengawasan yang lebih intensif hingga program ini tercermin di sektor ritel.

Dalam hal ini pihak Kementerian juga menyampaikan bahwa program keringanan pajak ini dapat diperpanjang selama tiga hingga enam bulan lagi tergantung dari kondisi yang ada nanti. Rencana insentif pajak ini timbul setelah pemerintah menilai bahwa laju ekonomi di Negeri Ginseng tersebut mengalami perlambatan yang signifikan pada paruh kedua tahun ini. Tingkat pengangguran mengalami lonjakan serta sektor investasi modal juga tengah berada dalam keterpurukannya yang terpanjang sejak krisis 20 tahun lalu.

Namun sejak saat itu pemerintah nampaknya tidak melakukan langkah-langkah untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi yang melambat hingga di tahun ini, dikarenakan mereka telah menghabiskan sebagian besar anggaran fiskal ditambah anggaran tambahan. Untuk itu pemerintah mulai melancarkan sejumlah langkah termasuk insentif pajak serta program bantuan pembiayaan senilai 15 triliun Won yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang untuk memberikan bantuan bagi usaha kecil dan menengah.(WD)

Related posts