Pemerintah Korea Selatan Akan Mengajukan Anggaran Tambahan

Pemerintah Korea Selatan telah mengajukan usulan anggaran tambahan awal tahun hingga sebesar 6.7 triliun Won ($5.9 milliar), yang mana sebesar 3.16 triliun Won akan diterbitkan dalam bentuk hutang. Anggaran ini diatas rencana pengeluaran tahun 2019 yang memang sudah sangat besar di tengah tanda-tanda surutnya laju pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan.

Anggaran tambahan, terutama masalah hutang pemerintah yang menambah catatan merah dalam keuangan publik, sehingga membutuhkan persetujuan dari para anggota parlemen. Usulan anggaran ini merupakan anggaran luar biasa yang ketiga kalinya yang diusulkan oleh pemerintah dibawah pimpinan Presiden Moon Jae-in yang menjabat sejak Mei 2017 lalu.

Ini menjadi yang pertama kalinya bahwa anggaran tambahan akan dibiayai melalui hutang, setelah dalam dua kali anggaran tambahan sebelumnya, ditutupi oleh kelebihan cadangan negara. Berita ini setidaknya diperkirakan akan memberikan lebih banyak dukungan ke pasar obligasi yang menjadi satu-satunya pasar modal aktif di Korea Selatan tahun di tengah kurangnya sisi positif ekonomi.

Imbal hasil obligasi tiga-tahun saat ini berada di kisaran 1.75%, dengan tingkat penyelesaian rata-rata harian sebanyak 21.5 triliun Won selama kuartal pertama, atau mencatat kenaikan 3.9% dari kuartal sebelumnya. Sementara tingkat penyelesaian untuk saham berada di angka 1.2 trilun Won untuk periode yang sama, atau turun 9.5% dibanding kuartal sebelumnya.

Untuk menutupi jumlah yang tersisa, pemerintah berencana untuk menggunakan surplus anggaran di tahun lalu sebesar 400 milliar Won serta dari dana yang dikelola oleh perusahaan milik negara senilai hingga 2.7 triliun Won. Dalam hal ini pemerintah menyatakan bahwa hutang baru tersebut tidak akan menimbulkan pengaruh terhadap integritas fiskal negara, dikarenakan penawaran treasury tahun lalu sebesar 14 triliun Won, dinilai lebih kecil dari yang direncanakan semula berkat pendapatan dari pajak yang cukup.

Pengamat pasar berpikir pasar obligasi kemungkinan akan mengalami kekecewaan karena telah mengantisipasi pasokan baru sekitar 10 triliun Won. Penawaran pemerintah bulan lalu harus dinaikkan menjadi 10 triliun Won dari yang direncanakan semula 7.45 triliun Won seiring jumlah penawaran yang luar biasa.

Dari paket stimulus senilai 6.7 triliun Won, sebanyak 4.5 triliun Won akan digunakan untuk mengambil tindakan pencegahan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, 1.5 triliun Won akan dipakai untuk memerangi tingkat polusi udara dan sekitar 700 milliar Won akan dipakai guna memperkuat pencegahan kebakaran gunung serta meningkatkan keselamatan publik.

Dengan demikian Menteri Keuangan Hong Nam-ki berharap bahwa stimulus fiskal ini akan mampu membantu mengangkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan hingga sebesar 0.1 poin persentase serta mampu menambah stidaknya 73 ribu lapangan kerja.(WD)

Related posts