Header Ads

Pemerintah Korea Selatan Berencana Mempercepat Laju Ekspornya

Wakil Perdana Menteri Korea Selatan untuk ekonomi dan keuangan, Hong Nam-Ki menyampaikan bahwa saat ini timbul  kekhawatiran mengenai laju perlambatan ekspor yang sejauh ini menopang pertumbuhan ekonomi negara di tengah lambannya permintaan domestik, seraya berjanji untuk merumuskan kebijakan guna meredam hal tersebut.

Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa hal ini sangatlah mendesak untuk melakukan langkah-langkah guna menghidupkan kembali ekspor yang lamban di tengah meningkatnya ketidakpastian yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang lamban di dunia serta terjadinya gesekan perdagangan yang tengah berlangsung antara AS dengan Cina, sembari mengumumkan rencananya untuk meningkatkan ekspor di bulan Februari.

Korea Customs Service mengumumkan pada pekan lalu bahwa ekspor Korea Selatan dalam 20 hari pertama di bulan Januari dilaporkan turun 14.6% dari periode yang sama setahun sebelumnya menjadi sebesar $25.7 milliar. Jika tren penurunan laju ekspor ini berlanjut, maka dapat dipastikan untuk ekspor Januari akan mencatat penurunan dalam dua bulan berturut-turut, yang merupakan penurunan dalam dua bulan beruntun untuk pertama kalinya sejak September dan Oktober 2016 silam.

Sementara Menteri UKM dan Startups, Hong Jong-Hak mengatakan bahwa laju ekspor yang lemah lebih banyak terkait dengan penurunan siklus dibandingkan terkendala permasalahan strutural yang berkaitan dengan daya saing perusahaan lokal, sembari berharap bahwa ekspor akan kembali meningkat di waktu mendatang.

Saat ini pemerintah Korea Selatan berencana untuk menyediakan voucher senilai 700 milliar Won ($626.8 juta), untuk mendukung penelitian dan pengembangan sektor Teknologi Informasi Komunikasi selama lima tahun ke depan, dengan tujuan untuk meningkatkan lapangan kerja hingga 10% dan mempercepat laju ekspor hingga 20% di industri Information Communication Technology.(WD)

Related posts