Header Ads

Pemerintah Korea Selatan Mengajukan RUU Anggaran Pengeluaran Untuk 2020

Dalam menghadapi tahun 2020 mendatang, pemerintah Korea Selatan telah mengatur anggaran super besar lainnya, senilai hingga $422 milliar, guna menangkal risiko resesi seiring ekonomi negara tersebut yang berada dalam kondisi pertumbuhan paling lambat dalam satu dekade terakhir di tahun ini.

Pemerintah mengalokasikan anggaran senilai 22.3 triliun Won untuk proyek infrastruktur sosial guna memperkuat laju permintaan domestik dan sekaligus menciptakan lapangan kerja, di tengah ketidakpastian yang melanda perdagangan global.

RUU anggaran pengeluaran dari pemerintahan Seoul, diumumkan pada hari ini waktu setempat, bersamaan waktunya saat Presiden Moon Jae-in menyampaikan usulan anggaran senilai 513.5 triliun Won untuk tahun fiskal tahun 2020, guna mengimbangi risiko penurunan ekonomi.

Pemerintah Korea Selatan tetap mempertahankan sikap ultra-ekspansif terhadap kebijakan fiskal mereka, dengan menaikkan anggaran sebesar 9.3% dari tahun ini, setelah mencatat kenaikan 9.7% di tahun lalu. Dalam hal ini proposal anggaran untuk pembangunan nasional yang seimbang, telah diajukan senilai lebih dari 2 triliun Won.

Sementara pendanaan untuk 15 proyek vital, termasuk Bandara Internasional Saemangeum, jalur kereta api Pyeongtaek-Osong dan jalur kereta api Gimcheon-Geoje, melonjak hingga senilai 187.8 miliar Won. Anggaran pengeluaran untuk proyek jalan baru, bandara dan jalur kerata api yang bertujuan untuk membantu menghubungkan ekonomi regional, mencatat kenaikan menjadi 8.64 triliun Won dari sebelumnya senilai 7.7 triliun Won.

Anggaran untuk proyek peremajaan kota mencapai 5.37 triliun Won dari 4.16 triliun Won, sedangkan pengeluaran untuk pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur tua, naik menjadi 800 milliar Won menjadi 3.91 triliun Won.

Usulan anggaran tersebut juga diperuntukkan bagi pengeluaran guna meningkatkan lalu lintas jalan senilai 160.7 milliar Won dari sebelumnya senilai 152.3 milliar Won, serta untuk membangun layanan kereta antar kota yang naik menjadi 865.1 milliar Won dari 650.7 milliar Won sebelumnya.

Pemerintah juga berencana unuk menerbitkan obligasi negara yang mencapai rekornya senilai 60.2 triliun Won, guna membiayai mega anggaran, seiring pendapatan tahun depan diperkirakan akan mencatat kenaikan 1.2% menjadi 482 triliun Won.

Adapun proposal tersebut akan diajukan ke meja Majelis Nasional Korea Selatan untuk mendapat persetujuan pada 3 September mendatang.(WD)

Related posts