Header Ads

Pemerintahan Seoul Akan Merevisi Sistem Evaluasi Pinjaman Komersial

Pemerintah Korea Selatan akan merevisi sistem evaluasi pinjaman komersial untuk memastikan total pinjaman senilai 100 triliun Won ($88.7 milliar) untuk disalurkan ke usaha kecil dan menengah yang inovatif selama tiga tahun ke depan. Dalam sebuah perhelatan untuk mengumumkan visi untuk keuangan inovatif,

Financial Services Commision (FSC), mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk merombak sistem penilaian kredit negara untuk membuat sektor perbankan agar mampu mengadopsi sistem jaminan terintegrasi untuk pinjaman kredit perusahaan.

Choi Jong-koo selaku ketua dari FSC mengatakan bahwa langkah terbaru tersebut merupakan bagian dari mendesain ulang sistem keuangan negara secara keseluruhan dengan menjauh dari sistem penilaian kredit yang terfokus pada pinjaman yang mendapat dukungan dari jaminan konvensional seperti aset properti dan pendapatan, yang berdasarkan pada satu bagian dari jaminan serta dengan melihat kepada potensi pertumbuhan di masa depan.

Dengan mengacu pada rencana tersebut, pemerintahan Seoul akan memperkenalkan sistem jaminan terpadu dimana para pemberi pinjaman akan melakukan penilaian terhadap aset perusahaan yang lebih luas sebagai jaminan.

Sebelumnya sistem ini telah diusulkan oleh Presiden Moon Jae-in kepada pihak FSC dengan harapan dapat merevitalisasi laju pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang tengah dilanda kelesuan. Adapun lembaga keuangan saat ini memberikan pinjaman kepada perusahaan yang mendapat dukungan dari jaminan yang biasanya berbentuk aset mesin, persediaan, obligasi dan hak paten.

Pemerintah sendiri mengharapkan bahwa perubahan dalam sistem penilaian kredit ini akan memungkinkan para pelaku usaha kecil dan menengah mampu berlaku inovatif. Pemerintah akan mengubah undang-undang pinjaman berbasis aset negara, sebagai upaya mereka untuk memperkenalkan sistem penilaian kredit baru tersebut. Selain berencana untuk memperkenalkan RUU ini pada bulan Juni mendatang dan sekaligus merevisi UU terkait sebelum akhir tahun ini,

FSC juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menyatukan sistem penilaian kredit pemberi pinjaman, yang semula dibagi menjadi dua yaitu evaluasi kredit dan evaluasi teknologi. Perubahan yang terjadi dalam sistem pertama-tama akan diterapkan kepada bank-bank besar dan kemudian ke semua lembaga keuangan.

Sebagai reward kepada bank yang aktif mengadopsi sistem penilaian kredit terintegrasi yang baru, pihak FSC berencana untuk memberikan insentif, yaitu biaya dana jaminan kredit yang lebih rendah dan pembiayaan kebijakan yang lebih tinggi.(WD)

Related posts