Header Ads

Pendapatan Industri Cina Turun Untuk Pertama Kalinya Di Bulan November

Pertumbuhan pendapatan di perusahaan-perusahaan industri Cina dilaporkan turun untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun di bulan November, akibat dari lemahnya permintaan domestik dan eksternal, sehingga menggarisbawahi peningkatan risiko terhadap negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Suramnya rilisan data industri merujuk pada hilangnya momentum ekonomi lebih lanjut akibat dari perselisihan perdagangan dengan AS yang melanda sektor manufaktur Cina yang besar. Biro Statistik Nasional melaporkan laju keuntungan sektor industri turun 1.8% di bulan November dari tahun sebelumnya menjadi 594.8 milliar Yuan ($86.33 milliar), yang menjadi penurunan untuk pertama kalinya sejak Desember 2015.

Selama sebelas bulan sebelumnya, tingkat keuntungan perusahaan industri naik 11.8% dari periode yang sama di tahun lalu, menjadi 6.1 triliun Yuan, namun tetap mencatat perlambatan dari periode Januari hingga Oktober yang mencatat kenaikan 13.6%. Penurunan laba tersebut sebagian besar memberikan cerminan melambatnya pertumbuhan penjualan dan harga produsen serta ditambah lagi dengan kenaikan biaya.

Para ekonom memperkirakan pendapatan akan terus memburuk di tahun depan, akibat terbebani oleh kenaikan yang lebih kecil di harga industri dalam menghadapi surutnya permintaan, bahkan beberapa diantaranya memperingatkan potensi terjadinya risiko deflasi. Jiang Ming, ketua Tianming Group yang berbasis di Henan, mengatakan bahwa kelangsungan hidup menjadi hal yang terpenting bagi sektor industri, dan ini membuat para produsen sedikit berhati-hati dengan investasi mereka.

Selain itu pengusaha industri perlu untuk mempertahankan arus kas yang lebih baik serta bersiap untuk menghadapi kesulitan di masa mendatang. Tekanan terhadap ekonomi Cina yang semakin meningkat telah mendorong pemerintah untuk meluncurkan berbagai langkah guna meningkatkan permintaan.

Untuk itu para pemimpin di pemerintahan Tiongkok sepakat untuk meningkatkan dukungan bagi ekonomi Cina di tahun 2019 mendatang dengan langkah pemangkasan pajak dan menjaga likuidasi sembari mengupayakan negosiasi yang lebih baik di sektor perdagangan mereka dengan AS.(WD)

Related posts