Header Ads

Pengambil Kebijakan Bank of Japan Sepakat Untuk Mempertahankan Kebijakan Moneter

Para pejabat pengambil kebijakan Bank of Japan tidak setuju terhadap pendapat yang mempertanyakan seberapa cepat bank sentral harus meningkatkan stimulus moneter, seiring meningkatnya risiko luar negeri yang mengancam gagalnya pemulihan ekonomi Jepang yang rapuh.

Sementara itu sebagian besar anggota menyepakati bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mempertahankan program stimulus, bahkan salah satu dari mereka mengatakan bahwa bank sentral harus menekankan kesiapannya untuk mengambil tindakan secara cepat, fleksibel dan berani, termasuk mengambil kebijakan pelonggaran tambahan.

Dalam sebuah kutipan yang tercantum dalam risalah pertemuan kebijakan bulan Januari, bahwa mengingat waktu pencapaian target harga yang tertunda maka bersikap untuk tidak mengambil tindakan apapun hingga terjadinya krisis, merupakan suatu hal yang harus dihindari. Beberapa anggota dewan kebijakan turut memberikan peringatan bahwa semakin banyak bank regional yang mengambil risiko secara berlebihan guna mendapatkan keuntungan karena mereka menilai bahwa tingkat suku bunga yang sangat rendah selama bertahun-tahun telah mempengaruhi perolehan laba mereka.

Saat ini Bank of Japan tetap mempertahankan pengaturan moneter tidak berubah pada pertemuan kebijakan Januari lalu, sembari berjanji untuk menetapkan panduan suku bunga jangka pendek di minus 0.1% serta menjaga imbal hasil obligasi tenor 10 tahun di sekitar nol, dengan mengacu dibawah kebijakan yang dijuluki “yield curve control”.

Bank of Japan tengah dilema akibat dari kebijakan pencetakan uang dalam jumlah besar selama bertahun-tahun untuk pembelian aset, telah menyurutkan likuiditas pasar sekaligus merusak laba bank umum serta memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko pelonggaran yang berkepanjangan. Namun demikian laju inflasi yang sedikit moderat, telah meninggalkan kebijakan BoJ jauh di belakang kebijakan bank sentral di dunia lainnya dalam hal penekanan kembali terhadap kebijakan untuk mengatasi krisis, dengan hanya menyisakan sedikit langkah untuk melawan resesi berikutnya.

Isao Kubota, ketua bank regional utama yang berpengaruh, mengatakan kepada Reuters bahwa kebijakan ultra longgar dari Bank of Japan telah menimbulkan kesulitan bagi bank komersial untuk mendapatkan keuntungan dari sektor pinjaman. Dewan kebijakan bank sentral juga memperdebatkan mengenai efektifitas program saat ini untuk memberikan dukungan terhadap harga, di tengah melemahnya permintaan global yang merusak laju ekonomi Jepang yang sangat bergantung kepada sektor ekspornya.

Banyak anggota Bank of Japan yang berpegang teguh kepada harapan bahwa ekonomi Jepang akan mengalami rebound di paruh kedua tahun ini, namun jika kondisi terus memburuk maka Bank of Japan dapat menghadapi tekanan untuk menawarkan dukungan moneter tambahan. Akan tetapi Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda telah mengesampingkan kemungkinan pelonggaran moneter tambahan dalam waktu dekat.(WD)

Related posts