Pengeluaran Konsumen AS Hanya Tumbuh Sebesar 0.1% Di Bulan Agustus

Laju pengeluaran konsumen AS nyaris tidak menunjukkan kenaikan di bulan Agustus, yang mana hal ini memberikan gambaran bahwa kontributor utama bagi pertumbuhan ekonomi AS tersebut mengalami perlambatan setelah sebelumnya mencatat laju pertumbuhan yang tajam di periode kuartal kedua.

Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa tingkat pengeluaran konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktifitas ekonomi AS, naik 0.1% di bulan Agustus, seiring peningkatan pengeluaran untuk barang-barang rekreasi dan kendaraan bermotor yang diimbangi oleh penurunan laju pengeluaran untuk restoran dan hotel.

Sementara itu data pengeluaran konsumen untuk bulan Juli direvisi sedikit turun untuk menunjukkan bahwa belanja konsumen mengalami peningkatan hingga 0.5%, dari data awal sebesar 0.6% sebelumnya. Para ekonom dalam survei Reuters memperkirakan belanja konsumen naik 0.3% di bulan lalu.

Pertumbuhan pengeluaran konsumen yang mendapat dukungan dari tingkat pengangguran yang berada di level terendahnya dalam hampir setengah abad, dinilai mampu meredakan guncangan terhadap ekonomi akibat perang perdagangan yang berlangsung hampir 15 bulan antara AS dengan Cina, yang telah membenamkan laju investasi bisnis dan sektor manufaktur.

Namun kebijakan tarif terhadap barang-barang Cina nampaknya diperluas sehingga mencakup barang-barang konsumen, hingga timbul kekhawatiran bahwa laju pengeluaran akan mengalami perlambatan.

Selain itu ada juga kekhawatiran bahwa investasi bisnis yang lemah dan pertumbuhan laba yang lamban dapat memberikan hambatan bagi kemampuan perusahaan untuk terus melakukan perekrutan tenaga kerja lebih pekerja, yang berpotensi merusak laju belanja konsumen.

Harga konsumen yang diukur dengan indeks harga Personal Income Expenditure (PCE) tidak mengalami perubahan di bulan Agustus lalu, menyusul harga makanan yang turun di bulan ketiga berturut-turut serta penurunan biaya barang dan jasa energi sebesar 2.0%.

Indeks harga PCE mencatat kenaikan 0.2% di bulan Juli dan dalam periode 12 bulan terakhir hingga Agustus lalu, indeks harga PCE mengalami kenaikan 1.4%, naik dengan margin yang sama untuk bulan keempat secara beruntun. Jika tidak mencakup komponen makanan dan energi yang fluktuatif, indeks harga PCE naik tipis 0.1% di bulan lalu setelah sebelumnya naik 0.2% di bulan Juli.

Data ini mampu mengangkat kenaikan tahunan dalam indeks harga Core PCE menjadi 1.8% di bulan Agustus, yang merupakan kenaikan terbesarnya sejak bulan Januari, dari sebelumnya di 1.7% pada bulan Juli. Indeks PCE inti adalah ukuran inflasi yang disukai Fed dan telah menggarisbawahi target 2% bank sentral AS tahun ini. Saat disesuaikan dengan laju inflasi, tingkat pengeluaran konsumen naik 0.1% di bulan lalu.

Untuk pengeluaran konsumen riil tercatat meningkat 0.3% di bulan Juli, sementara di tingkat tahunan laju pengeluaran konsumen melonjak hingga 4.6% di periode kuartal kedua lalu, yang merupakan laju kenaikan tercepatnya dalam empat setengah tahun terakhir.

Sedangkan data penghasilan pribadi naik 0.4% di bulan lalu setelah berhasil naik 0.1% di bulan sebelumnya. Tingkat upah mengalami peningkatan 0.6%. Dengan laju pertumbuhan pendapatan yang melebihi pengeluaran, maka tingkat tabungan mengalami kenaikan menjadi $1.35 triliun dari $1.29 triliun di bulan Juli.

Laju pertumbuhan ekonomi tumbuh 2.0% di tingkat tahunan pada periode kuartal lalu, namun mencatat perlambatan dari 3.1% di periode Januari hingga Maret. Federal Reserve of Atlanta menyampaikan bahwa Gross Domestic Bruto diperkirakan naik sebesar 1.9% di periode kuartal ketiga.(WD)

Related posts