Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Melemah Di Bulan September

Tingkat pengeluaran sektor rumah tangga Jepang di bulan September dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mencatat hasil yang bertolak belakang dengan dibandingkan ekspektasi dari para ekonom, yang banyak disebabkan oleh faktor bencana gempa bumi dan topan yang menghantam laju konsumsi rumah tangga.

Pengeluaran rumah tangga untuk bulan September jatuh 1.6%, meleset dari perkiraan kenaikan 1.6% di tingkat tahunan oleh para ekonom. Penurunan ini melanjutkan penurunan sebesar 2.8% di bulan Agustus sebelumnya. Dengan demikian diperkirakan pengeluaran di sektor tersebut selama kuartal ketiga nampaknya akan memberikan hasil yang lemah, menyusul sejumlah bencana alam yang terjadi di kepulauan sebelah utara Hokkaido di awal September lalu, yang mana bencana gempa dan banjir akibat topan melanda sejumlah infrastruktur penting di Jepang bagian barat.

Meskipun sektor bisnis menunjukkan pemulihan yang cepat pasca bencana alam, namun lemahnya belanja konsumen menimbulkan keraguan terhadap kekuatan laju permintaan domestik. Secara detail dilaporkan penurunan pada pengeluaran konsumen di bulan September diakibatkan oleh penurunan tahunan sebesar 1.8% di sektor pengeluaran untuk makanan serta penurunan sebesar 3.0% di pengeluaran untukkegiatan rekreasi di tingkat tahunan. Namun pengeluaran untuk pembelian pakaian justru dilaporkan naik 0.9% di tingkat tahunan.

Setidaknya hal ini diperkirakan akan mempengaruhi laju pertumbuhan Gross Domestic Product untuk periode Juli-September, yang akan dirilis pada tanggal 14 November mendatang. Pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal kedua dilaporkan tumbuh 3.0% di tingkat tahunan berkat lonjakan yang terjadi dalam belanja modal, namun perlambatan ekspor serta lemahnya belanja konsumen diperkirakan memberikan pengaruh negatif bagi rilisan data GDP Jepang di periode kuartal ketiga lalu.(WD)

Related posts