Header Ads

Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Naik

Sebuah data yang dirilis pagi ini menunjukkan bahwa tingkat pengeluaran rumah tangga Jepang mencatat kenaikan 1.9% di bulan Oktober, yang mencatat kenaikan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun terakhir, meskipun masih di bawah perkiraan kenaiakn 2.7%, namun data ini menandakan ekonomi Jepang mampu pulih secara bertahap dari kerusakan yang disebabkan oleh gelombang pertama infeksi virus corona.

Sementara data terpisah menunjukkan bahwa negara ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut mampu berkembang lebih dari perkiraan semula pada Juli-September, berkat rebound dalam ekspor dan konsumsi dari kemerosotan yang disebabkan oleh langkah-langkah penguncian untuk menahan virus.

Namun demikian kebangkitan kasus infeksi baru-baru ini telah mengaburkan prospek pemulihan, sehingga membuat para pembuat kebijakan berada di bawah tekanan untuk mendukung pemulihan yang rapuh dengan langkah-langkah stimulus moneter dan fiskal dalam skala besar-besaran.

Kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, Takeshi Minami mengatakan bahwa ekonomi Jepang akan terus tumbuh dalam skala kuartalan saat ini, namun kemungkinan bersifat stagnan atau justru menyusut di periode Januari-Maret tahun depan jika terjadi peningkatan infeksi virus yang memaksa pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih kuat untuk menahan virus.

Data yang direvisi menunjukkan ekonomi tumbuh 22,9% tahunan pada Juli-September, lebih baik dari perkiraan awal ekspansi 21,4%, menempatkan ekonomi pada pijakan yang agak lebih baik setelah mengalami kemerosotan terburuk pasca perang pada kuartal kedua, akan tetapi laju pengembalian ke tingkat aktivitas sebelum terjadinya pandemi COVID-19 diperkirakan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Untuk upah riil dilaporkan mengalami penurunan di bulan Oktober dan mencatat penurunan dalam delapan bulan secara beruntun, sehingga menunjukkan sektor rumah tangga tidak mampu terus bertahan terhadap pukulan yang menimpa tingkat keuntungan perusahaan dari krisis yang disebabkan oleh pandemi.

Seiring laju pemulihan ekonomi yang rapuh maka Bank of Japan akan mempertahankan program stimulus besar-besaran dan akan mempertimbangkan untuk memperluas berbagai skema yang bertujuan untuk meredakan ketegangan pendanaan perusahaan sedini mungkin hingga pihak bank sentral melakukan peninjauan suku bunga di pekan depan.(WD)

Related posts