Header Ads

Penjualan Mobil Jepang Di Pasar Korea Selatan Mencatat Penurunan

Korea Automobile Manufacturers Association melaporkan jumlah produk mobil Jepang yang dijual di pasar Korea Selatan selama tahun lalu mengalami penurunan sebesar 22% dari tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan ini tampaknya memberikan cerminan dari imbas pemboikotan Korea Selatan terhadap produk-produk Jepang, menyusul keputusan pemerintah Tokyo untuk memperketat kontrol terhadap produk ekspor bahan semikonduktor ke negeri ginseng tersebut.

Lembaga industri tersebut mengemukakan bahwa penjualan produk otomotif asal Jepang mengalami penyusutan penjualan di paruh kedua tahun lalu.

Disebutkan bahwa total penjualan kendaraan produk Jepang menurun sekitar 6,600 unit dari tahun 2018 sebelumnya menjadi sekitar 23,400 unit.

Dalam hal nilai, penjualan kendaraan Jepang turun sekitar 18.0% menjadi sekitar 1.087 milliar Won atau sekitar ¥102.7 milliar.

Untuk total penjualan kendaraan impor mencapai sekitar 275,100 unit, dengan produk otomotif asal Jerman yang menjadi kendaraan impor yang mendominasi penjualan di Korea Selatan sebanyak 158,500 unit, diikuti oelh produk kendaraan asal AS sebanyak 42,700 unit dan berikutnya adalah kendaraan produk Jepang.

Menurut data kementerian perdagangan Korea Selatan yang diterbitkan pada 16 Januari lalu, menyebutkan bahwa penjualan merk andalan Toyota Motor Co di pasar Korea Selatan selama tahun lalu turun 36.7% menjadi 10,611 unit, sementara penjualan produk kendaraan mewah merk Lexus juga mengalami penurunan sekitar 8.2% menjadi 12,241 unit.

Produk otomotf dari Nissan Motor Co juga mengalami kesulitan dan mencatat penurunan sebesar 39.7% menjadi 3,049 unit.

Sementara itu produk otomotif dari Honda Motor Co justru mencatat laju pertumbuhan penjualannya di pasar Korea Selatan sebesar 10.1% menjadi 8,760 unit, seiring dukungan adanya program diskon sehingga mampu mendorong laju penjualannya.(WD)

Related posts