Header Ads

Penjualan Produk Otomotif Cina Mengalami Penurunan Di Bulan Februari

Penjualan produk otomotif Cina di bulan Februari turun hampir 14%, menandai penurunan penjualan tingkat tahunan dalam delapan bulan berturut-turut di pasar otomotif terbesar dunia. Sebelumnya laju permintaan terhadap produk mobil di Cina mengalami lonjakan selama bertahun-tahun menyusul negara tersebut yang tengah mengalami dekade perkembangan ekonomi yang menciptakan kelas konsumen yang mengalami peningkatan.

Namun laju penjualan tahunan turun untuk pertama kalinya di tahun lalu dalam sekitar dua dekade terakhir, akibat perlambatan pertumbuhan yang dialami oleh negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut, serta ditambah dengan ketidakpastian yang melanda akibat perselisihan perdagangan dengan AS yang merubah sentimen pasar menjadi negatif.

Pada pekan lalu Cina mengumumkan untuk meluncurkan serangkaian langkah untuk merangsang pertumbuhan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonominya yang mengalami perlambatan. Dalam sebuiah catatannya pihak Citigroup mengatakan bahwa pemangkasan pajak yang direncanakan untuk meningkatkan pengeluaran konsumen, dinilai masih belum jelas dan dengan demikiaan justru akan menyebabkan konsumen menunda pembelian produk otomotif hingga kebijakan tersebut diterapkan.

Penjualan produk otomotif Cina merupakan salah satu barometer utama dari kesehatan belanja konsumen Cina dan dengan demikian laju pertumbuhan akan semakin meluas. Selain itu laju penjualan otomotif merupakan faktor kunci bagi para produsen otomotif asing yang berharap laju permintaan di pasar Cina dapat membantu mendukung sektor otomotif global.

China Association of Automobile Manufacturers dalam rilisan di situs resminya mengatakan bahwa penjualan turun 1.48 juta unit kendaraan di bulan Februari, atau sekitar 13.8% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Lebih lanjut Shi Jianhua selaku Sekjen dari China Association of Automobile Manufacturers, mengatakan bahwa tren penurunan penjualan yang dialami tahun lalu terus berlanjut hingga tahun ini akibat dari situasi ekonomi yang lemah, serta ditambah dengan para konsumen yang menunggu kebijakan pemerintah mengenai pemangkasan pajak. sehingga menurunkan tingkat konsumsi terhadap pembelian produk otomotif.

Di lain kesempatan Sean Taylor, kepala pejabat investasi untuk Asia Pasifik dan kepala pasar negara berkembang di unit manajemen aset DWS Deutsche Bank Group, mengatakan bahwa dirinya berharap otoritas Cina akan mengambil langkah lebih lanjut untuk meningkatkan pengeluaran konsumen terhadap produk otomotif jika perselisihan perdagangan dengan pihak AS mencapai kesepakatannya.(WD)

Related posts