Penjualan Ritel AS Melonjak Di Bulan Desember

Penjualan ritel AS selama bulan Desember menguat, berkat para warga yang membelanjakan uangnya di musim liburan sehingga mengakhir tahun 2019 lalu dengan pertumbuhan belanja yang lebih moderat.

Data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan laju penjualan ritel dilaporkan tumbuh 0.3%, sesuai dengan kenaikan revisi bulan sebelumnya dan mencatat kenaikan 5.8% di tingkat tahunan dari periode yang sama di tahun 2018 sebelumnya.

Penjualan yang lebih kuat terjadi di semua kategori utama kecuali produk otomotif. Sedangkan untuk penjualan ritel inti yang tidak mencantumkan produk mobil, dilaporkan tumbuh 0.7%, sekaligus mencatat pertumbuhan terbesarnya sejak bulan Juli.

Ukuran inti tidak termasuk layanan makanan, dealer mobil, toko bahan bangunan dan pompa bensin, memberikan rasa yang lebih baik dari permintaan konsumen yang mendasarinya. Sementara itu laju penjualan ritel selama setahun penuh, dilaporkan mengalami peningkatan 3.6%, atau turun dari kenaikan hampir 5% di 2018 sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan tahunan terbesarnya dalam rentang waktu enam tahun terakhir, serta mencerminkan dukungan nyata yang didapat dari kebijakan pemangkasan pajak.

Pada saat bersamaan, sektor konsumen kemungkinan besar akan tetap menjadi sumber bahan bakar utama bagi laju pertumbuhan ekonomi, seiring pihak perusahaan yang terus melakukan perekrutan tenaga kerja serta sentimen di sektor rumah tangga yang tetap berada di level tingginya.

Laporan penjualan ritel menunjukkan 12 dari 13 kategori utama mengalami peningkatan, seperti di gerai pakaian yang mencatat peningkatan pembelian paling tinggi sejak bulan Maret lalu serta toko bahan bangunan yang berhasil mencatat kenaikan pertumbuhan penjualan terbaiknya sejak bulan Agustus.

Selain itu data terpisah yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja menunjukkan data klaim pengangguran turun ke level terendahnya dalam enam pekan terakhir.

Klaim tunjangan bagi pengangguran turun menjadi 204 ribu selama pekan lalu, sehingga masih memberikan petunjuk kuatnya pasar tenaga kerja AS di pekan pertama tahun ini.

Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan indeks harga impor yang naik 0.3% di bulan lalu dari sebelumnya, dan mencatat kenaikan terbesarnya sejak bulan Maret. Untuk tingkat tahunan data ini tercatat tumbuh 0.5% dari periode yang sama setahun sebelumnya.(WD)

Related posts