Header Ads

Penjualan Ritel Inggris Alami Penurunan Tajam

Akibat kebijakan lockdown secara ketat yang diberlakukan oleh pemerintah Inggris selama empat minggu, yang memaksa toko-toko yang menjual barang-barang non-esensial untuk ditutup, sehingga laju penjualan ritel di negara tersebut mengalami penurunan tajam di bulan November.

Office for National Statistics melaporkan volume penjualan ritel yang mengalami penurunan 3.8% di bulan November, yang merupakan penurunan terbesar sejak diberlakukannya kebijakan lockdown perdana di bulan April, dan ini sesuai dengan perkiraan dalam jajak pendapat Reuters secara luas, setelah mencatat kenaikan 1.3% di bulan Oktober sebelumnya.

Selain itu Office for National Statistics juga melaporkan bahwa laju pertumbuhan penjualan tahunan juga berkurang hingga setengahnya menjadi 2.4% dari 5.8% di bulan sebelumnya.

Sektor ritel telah menjadi salah satu dari sedikit faktor utama pendukung bagi ekonomi Inggris sejak terjadi pandemi Covid-19, yang Bank of England memperkirakan bahwa sektor ini telah menyebabkan ekonomi Inggris mengalami penyusutan hingga 11% selama tahun 2020, yang merupakan penurunan terbesarnya sejak tahun 1709 silam.

Sementara itu data yang memuat kepercayaan konsumen untuk bulan Desember, telah menunjukkan lonjakan terbesarnya dalam delapan tahun terakhir yang diakibatkan oleh sektor rumah tangga yang menyambut baik berita mengenai diluncurkannya vaksin virus corona.

Namun demikian gambaran mengenai hal tersebut terpapar secara sangat beragam di seluruh sub-sektor ritel, menyusul booming pengecer online dan supermarket yang menikmati hasil yang lebih solid, akan tetapi banyak pengecer pakaian yang berjuang akibat ditutupnya area berjualan mereka berada.

Selain itu data inflasi yang dirilis pada hari Rabu lalu, menunjukkan terjadinya penurunan tahunan terbesarnya di harga pakaian dan alas kaki dalam satu dekade terakhir, yang sebagian besar disebabkan juga oleh promosi diskon Black Friday yang luar biasa besar.

Bank of England telah memperkirakan bahwa ekonomi Inggris secara keseluruhan akan mengalami penyusutan lebih dari 1% di kuartal terakhir di tahun 2020 ini, yang sedikit lebih rendah dari yang dikhawatirkan oleh pasar di bulan lalu.

Akan tetapi mereka juga telah memperkirakan laju pertumbuhan yang lebih lambat di awal 2021 mendatang, yang diakibatkan oleh kebijakan lockdown yang akan diterapkan dalam jangka waktu yang lebih lama.(WD)

Related posts