Penjualan Ritel Inggris Di Bulan Desember Melemah Tajam

Konsumen di Inggris sepertinya enggan meningkatkan laju pengeluaran mereka selama bulan Desember, sehingga tercatat sebagai penurunan laju pengeluaran dalam lima bulan berturut-turut, sehingga menambah tanda-tanda melemahnya perekonomian Inggris yang berpotensi mendorong Bank of England untuk memotong suku bunga mereka di bulan ini.

Data resmi yang dirili pada hari ini menunjukkan bahwa volume penjualan bulanan turun 0.6% dari bulan November sebelumnya, yang mematahkan perkiraan median untuk kenaikan 0.5% dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom.

Laju penjualan ritel secara bulanan belum menunjukkan peningkatan sejak bulan Juli, yang mana mencatat jangka waktu terpanjang sejak pencatatan dimulai pada 1996 silam. Sementara untuk pertumbuhan tahunan dalam volume penjualan ritel juga mencatat penurunan menjadi 0.9%, dibawah semua perkiraan dalam jajak pendapat Reuters.

Selain itu Office for National Statistics juga menurunkan estimasi penjualan di bulan November. Volume penjualan ritel di periode kuartal keempat secara keseluruhan turun 1.0%, sehingga mencatat kinerja terburuknya sejak awal 2017 lalu.

Ahli statistik Office for National Statistics, Rhian Murphy mengatakan bahwa gambaran untuk jangka panjang sepertinya masih berada di jalur pertumbuhan, meskipun telah mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir.

Kelompok industri British Retail Consortium pada pekan lalu mengatakan bahwa penjualan di tahun lalu secara keseluruhan turun untuk pertama kalinya sejak dimulainya pencatatan pada tahun 1995 silam.

Survey untuk bulan Desember lalu dilakukan antara rentang waktu 24 November hingga 28 Desember, termasuk saat musim belanja Black Friday dan Cyber Monday serta pemilihan di 12 Desember lalu yang mengukuhkan Perdana Menteri Boris Johnson sehingga meraih kemenangan besar. Hasil pemilu tersebut telah menghilangkan risiko Hard Brexit, sehingga menimbulkan lonjakan kepercayaan di kalangan konsumen dan korporasi sejak saat itu.

Tetapi pukulan terhadap perdagangan masih mungkin terjadi pada akhir 2020, ketika Johnson menegaskan periode transisi pasca-Brexit akan berakhir, terlepas dari apakah ia dapat menegosiasikan kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa sebelum itu.

Data yang dirilis oleh ONS tersebut kemungkinan akan dimasukkan ke dalam keputusan suku bunga di pekan depan, saat Bank of England yang tengah mempertimbangkan apakah akan memotong suku bunga acuannya.

Dua orang dari sembilan anggota dewan kebijakan BoE telah memberikan suara di bulan November dan Desember untuk adanya pemangkasan suku bunga, serta tiga orang lainnya termasuk Gubernur Mark Carney mengatakan bahwa tingkat suku bunga yang lebih rendah kemungkinan diperlukan dalam waktu dekat ini.

Selama ini permintaan konsumen telah menjadi titik kuat perekonomian Inggris sejak mayoritas warga Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa di pertengahan 2016 lalu. Akan tetapi laju permintaan konsumen sedikit melunak, meskipun tingkat pengangguran berada di level rendah dan inflasi moderat yang telah meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Para pengecer pada dasarnya melaporkan musim belanja Natal yang tenang, sementara Sainsburry dan Marks & Spencer mengatakan bahwa mereka tidak mengharapkan kenaikan dalam belanja konsumen di tahun ini, sementara itu sebagian lainnya mengatakan bahwa penyebabnya adalah ketidakpastian Brexit.(WD)

Related posts